
Ilustrasi memerangi virus Korona (Adnan Reza Maulana/Jawa Pos)
JawaPos.com–Meski penambahan kasus positif di Jawa Timur masih tinggi, kondisi tersebut diimbangi dengan jumlah pasien sembuh. Berdasar laman infocovid19.jatimprov.go.id, rata-rata jumlah pasien sembuh di atas 500 orang per hari.
Tingginya angka kesembuhan bisa dilihat sejak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Pada 11 Januari, angka kesembuhan di Jawa Timur mencapai 969 pasien. Hari berikutnya turun drastis menjadi 522 pasien. Penurunan itu hanya sementara. Sebab, pasien sembuh naik lagi pada hari berikutnya. Yakni 715 pasien, lalu 745 pasien, dan seterusnya. Sehingga meski penambahan kasus positif Covid-19 tinggi, jumlah pasien yang dirawat tetap berada di bawah angka 8 ribu.
Juru bicara Satuan Tugas Covid-19 Jawa Timur Makhyan Jibril memaparkan, berdasar analisis perkembangan Covid-19 angka tersebut tersebut bersumber dari beberapa aspek. Misalnya, penambahan kasus positif per hari, pasien sembuh, dan meninggal setiap hari, tingkat hunian bed yang melayani Covid-19, serta beragam aspek lain.
”Nanti baru terlihat kondisi global Covid-19 di Jawa Timur,’’ ucap Makhyan Jibril ketika dihubungi pada Senin (18/1).
Ketika ditanya soal angka penderita, Jibril mengonfirmasi bahwa penambahan kasus positif di Jawa Timur masih tinggi. Pada Sabtu (17/1), kasus positif bertambah sebanyak 974 kasus. Sementara itu, pasien sembuh mencapai 985 orang.
”Jumlah pasien sembuh lebih tinggi daripada penambahan kasus positif. Itu kondisi yang terjadi dilihat dari berbagai aspek,’’ terang Makhyan Jibril.
Jibril mengatakan, penambahan kasus tertinggi di Kabupaten Jember. Yakni 83 kasus. Diikuti berturut-turut oleh wilayah Magetan sebanyak 75 kasus, Kota Malang (70 kasus), serta Ponorogo (66 kasus). Penambahan kasus di Kabupaten Nganjuk 46 kasus. Turun drastis dibanding akhir pekan lalu yang lebih dari 200 kasus positif baru.
Atas penambahan tersebut, satgas Covid-19 menelaah daerah yang mengalami tren kasus tinggi. Salah satunya, Nganjuk yang relatif tinggi dalam sepekan terakhir. Berdasar laporan yang diterima, lebih banyak tenaga kesehatan yang dinyatakan terinfeksi virus Covid-19.
”Mereka tenaga kesehatan yang berhadapan langsung dengan pasien,’’ ujar Makhyan Jibril.
Beberapa wilayah yang karyawan puskesmasnya terpapar adalah di Puskemas Ngetis, Loceret, Sukomoro, Jatikalen, Sawahan, Ngluyu, Wilangan, Baron, Nganjuk, dan Berbek. Ada juga pegawai di RSUD dan organisasi perangkat daerah (OPD) yang terpapar virus tersebut.
Atas hal tersebut, Jibril menegaskan, tenaga kerja kesehatan memiliki risiko paling besar. Sebab, mereka berhadapan langsung dengan pasien. Hal itu diperparah dengan kondisi pasien sebagai orang tanpa gejala (OTG). Sehingga, tenaga kesehatan tertular saat memeriksa pasien tersebut.
”Karena itu, tenaga kesehatan menjadi kelompok prioritas yang mendapat vaksin,’’ kata Makhyan Jibril.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/25kCq6F59NA

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
