Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Mei 2022 | 21.17 WIB

Jepara Islamic Center Diresmikan, Bisa Jadi Pusat Penyebaran Agama

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meresmikan Gedung Jepara Islamic Center (JIC) di Kecamatan Pakis Aji, Jepara, Jawa Tengah. - Image

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meresmikan Gedung Jepara Islamic Center (JIC) di Kecamatan Pakis Aji, Jepara, Jawa Tengah.

JawaPos.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meresmikan Gedung Jepara Islamic Center (JIC) di Kecamatan Pakis Aji, Jepara, Jawa Tengah. Diharapkan JIC bisa menjadi program awal Kabupaten Jepara menuju Kabupaten Kerukunan.

Turut hadir dalam acara peresmian ini Bupati Jepara Dian Krtistiandi dan Ketua MUI Jepara KH Mashudi. Bupati Dian juga memberikan bantuan uang tunai untuk renovasi dan kegiatan keagamaan beberapa masjid di Jepara

Dalam peresmian itu, Ganjar mengatakan secara fisik gedung ini belum selesai dibangun dan baru berjalan 80 persen. Nantinya ketika selesai, Ganjar berharap JIC bisa dijadikan pusat kegiatan keagamaan di Kota Ukir dan Bumi Kartini ini.

"Sehingga kalau kita menyebarkan agama dengan nilai kebaikan, nah ini bisa dijadikan pusatnya. Yang ngga tau bisa bertanya, bisa ngaji di sini, bisa diskusi, rencananya bisa jualan juga," kata Ganjar, seperti dikutip, Jumat (12/5).

Rencananya, Gedung JIC juga akan digunakan sebagai Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Baznas Kabupaten Jepara. Ganjar menuturkan, kemitraan dengan berbagai lembaga berwenang harus dilakukan untuk mempermudah dan memperlancar kegiatan kemasyarakatan. Sehingga bisa mendorong perekonomian.

"Mudah-mudahan ini akan jadi gedung untuk kantor MUI Jepara dengan penuh manfaat. Di samping itu, kenapa mesti bermitra dengan lembaga lain, maka saya dorong Baznas karena ada nilai-nilai yang bermanfaat untuk rakyat, terutama ekonomi" ujar Ganjar.

Ganjar juga mengajak masyarakat untuk melakukan berbagai kegiatan bersama seperti belajar agama, mengelola zakat hingga pengajian. Ganjar menyebut, MUI dan Baznas siap membantu masyarakat untuk itu.

Kemudian, lanjut Ganjar, akan tercipta zona netral bagi masyarakat untuk melakukan musyawarah. "Sehingga penyebaran agamanya bisa jalan, terus melatih ekonomi, dan bukan tidak mungkin kan menjadi zona netral untuk warga ngobrol mencari solusi," tutur Ganjar.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore