Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Januari 2023 | 01.04 WIB

PPNS Kepri Selidiki Pemadaman Listrik Total di Batam dan Bintan

Ketua Sekretariat PPNS Kepri Hendri Kurniadi. Nikolas Panama/Antara - Image

Ketua Sekretariat PPNS Kepri Hendri Kurniadi. Nikolas Panama/Antara

JawaPos.com–Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memerintahkan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk menyelidiki pemadaman listrik total di Kota Batam dan Bintan pada 1 Januari.

Ketua Sekretariat PPNS Kepri Hendri Kurniadi mengatakan, empat orang PPNS masih menyelidiki penyebab blackout di Pulau Bintan dan Batam yang menyebabkan pelayanan terhambat kepada pelanggan. PPNS tersebut terdiri atas PPNS penegakan peraturan daerah (perda) dan PPNS listrik. Pelayanan yang terhambat tersebut menyebabkan masyarakat mengalami kerugian.

”Pemadaman listrik total itu menyebabkan kerugian masyarakat sehingga pemerintah daerah melalui PPNS wajib menelusurinya. Apalagi ada dugaan pelanggaran terhadap peraturan gubernur yang dilakukan PLN Batam,” kata Hendri Kurniadi seperti dilansir dari Antara.

Kepala Satpol Pamong Praja Kepri itu juga menginstruksikan kepada PPNS tersebut untuk meminta klarifikasi kepada pihak PLN Batam. Sehingga, dapat menjawab seluruh atau sebagian pertanyaan yang akan diajukan. Pelaksanaan klarifikasi akan dilakukan di Kantor PLN Batam pada Kamis (5/1).

”Ada sejumlah kejanggalan yang ditemukan di lapangan, yang perlu diklarifikasi pihak PLN,” ujar Hendri Kurniadi.

Hendri menuturkan, PPNS akan menelaah bentuk pelanggaran yang dilakukan PT PLN Batam, apakah hanya pelanggaran administrasi atau ada unsur pidananya. ”Jika ada unsur pidananya, tentu kami akan lanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku,” papar Hendri Kurniadi.

Sebelummya, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Kepulauan Riau (ESDM Kepri) Muhammad Darwin mengatakan, jaringan kelistrikan di Pulau Bintan (Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan) kembali normal sejak Selasa (3/1) pagi. ”Sudah kembali normal tadi pagi (4/1) sekitar pukul 10.00 WIB, namun belum diketahui penyebab listrik tersebut blackout. Ini menarik untuk diinvestigasi,” ucap Muhammad Darwin.

Jaringan listrik di Batam dan Pulau Bintan blackout pada 1 Januari sekitar pukul 04.00 WIB. Energi listrik di Pulau Bintan berasal dari pembangkit listrik yang dikelola PLN Batam.

Selama terjadi blackout, kata Muhammad Darwin, PLN Tanjungpinang mengaktifkan sejumlah pembangkit listrik dengan kapasitas terbatas untuk kebutuhan pelayanan publik. Petugas PLN Batam melakukan penyisiran terhadap bagian yang rusak mulai dari mesin hingga jaringan, namun tidak ditemukan.

”Tambah menarik untuk ditelusuri lebih mendalam ketika PLN menyatakan beban puncak pada saat pemadaman listrik itu hanya 300 MW, sementara kapasitas energi listrik mencapai 500 MW,” terang Muhammad Darwin.

Dia menjelaskan, energi listrik yang dipergunakan sekarang bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap Tanjung Uncang, Batam.

”Kami berharap Pulau Bintan memiliki jaringan listrik tersendiri, misalnya bekerja sama dengan PLTU Galang Batang di kawasan ekonomi khusus yang dikelola PT Bintan Alumina Indonesia,” ucap Muhammad Darwin .

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore