
Ketua Sekretariat PPNS Kepri Hendri Kurniadi. Nikolas Panama/Antara
JawaPos.com–Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memerintahkan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk menyelidiki pemadaman listrik total di Kota Batam dan Bintan pada 1 Januari.
Ketua Sekretariat PPNS Kepri Hendri Kurniadi mengatakan, empat orang PPNS masih menyelidiki penyebab blackout di Pulau Bintan dan Batam yang menyebabkan pelayanan terhambat kepada pelanggan. PPNS tersebut terdiri atas PPNS penegakan peraturan daerah (perda) dan PPNS listrik. Pelayanan yang terhambat tersebut menyebabkan masyarakat mengalami kerugian.
”Pemadaman listrik total itu menyebabkan kerugian masyarakat sehingga pemerintah daerah melalui PPNS wajib menelusurinya. Apalagi ada dugaan pelanggaran terhadap peraturan gubernur yang dilakukan PLN Batam,” kata Hendri Kurniadi seperti dilansir dari Antara.
Kepala Satpol Pamong Praja Kepri itu juga menginstruksikan kepada PPNS tersebut untuk meminta klarifikasi kepada pihak PLN Batam. Sehingga, dapat menjawab seluruh atau sebagian pertanyaan yang akan diajukan. Pelaksanaan klarifikasi akan dilakukan di Kantor PLN Batam pada Kamis (5/1).
”Ada sejumlah kejanggalan yang ditemukan di lapangan, yang perlu diklarifikasi pihak PLN,” ujar Hendri Kurniadi.
Hendri menuturkan, PPNS akan menelaah bentuk pelanggaran yang dilakukan PT PLN Batam, apakah hanya pelanggaran administrasi atau ada unsur pidananya. ”Jika ada unsur pidananya, tentu kami akan lanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku,” papar Hendri Kurniadi.
Sebelummya, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Kepulauan Riau (ESDM Kepri) Muhammad Darwin mengatakan, jaringan kelistrikan di Pulau Bintan (Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan) kembali normal sejak Selasa (3/1) pagi. ”Sudah kembali normal tadi pagi (4/1) sekitar pukul 10.00 WIB, namun belum diketahui penyebab listrik tersebut blackout. Ini menarik untuk diinvestigasi,” ucap Muhammad Darwin.
Jaringan listrik di Batam dan Pulau Bintan blackout pada 1 Januari sekitar pukul 04.00 WIB. Energi listrik di Pulau Bintan berasal dari pembangkit listrik yang dikelola PLN Batam.
Selama terjadi blackout, kata Muhammad Darwin, PLN Tanjungpinang mengaktifkan sejumlah pembangkit listrik dengan kapasitas terbatas untuk kebutuhan pelayanan publik. Petugas PLN Batam melakukan penyisiran terhadap bagian yang rusak mulai dari mesin hingga jaringan, namun tidak ditemukan.
”Tambah menarik untuk ditelusuri lebih mendalam ketika PLN menyatakan beban puncak pada saat pemadaman listrik itu hanya 300 MW, sementara kapasitas energi listrik mencapai 500 MW,” terang Muhammad Darwin.
Dia menjelaskan, energi listrik yang dipergunakan sekarang bersumber dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap Tanjung Uncang, Batam.
”Kami berharap Pulau Bintan memiliki jaringan listrik tersendiri, misalnya bekerja sama dengan PLTU Galang Batang di kawasan ekonomi khusus yang dikelola PT Bintan Alumina Indonesia,” ucap Muhammad Darwin .

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
