Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Juni 2023 | 22.34 WIB

Wali Kota Bukittinggi Ungkapan Alasan Umumkan Kasus Inses ke Publik

Jam Gadang, ikon Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. - Image

Jam Gadang, ikon Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

JawaPos.com–Wali Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, Erman Safar mengatakan, pengungkapan kasus inses atau hubungan sedarah antara ibu dan anak laki-laki kandung bertujuan untuk menjadi kewaspadaan sosial masyarakat.

”Awalnya, saya mendapatkan informasi dari lembaga resmi yang memperoleh izin dari Kemensos, bahwa ada warga Kota Bukittinggi  sedang direhabilitasi. Lalu saya berkunjung ke sana, dalam kunjungan itu sebelumnya sudah disampaikan pengelola, diduga ada perbuatan salah satu anak di dalamnya itu melakukan hubungan dengan ibunya,” kata Erman Safar seperti dilansir dari Antara, Rabu (28/6).

Dia mengaku kaget dengan keterangan itu dan langsung menanyakan ke anak yang diketahui berinisial MA, 28.

”Lalu saya tanya langsung kepada anak itu. Si anak menyampaikan hal yang sama, dan itu mengagetkan saya. Harusnya perbuatan itu tidak terjadi di tengah masyarakat kami. Itu sekitar tiga bulan lalu,” tutur Erman Syafar.

Dia menjelaskan, beberapa hari lalu Pemkot Bukittinggi mengadakan kegiatan sosialisasi di acara terbatas dengan undangan hanya untuk tujuh orang per kelurahan. Kegiatan dilaksanakan di tempat tertutup.

”Di sana saya sampaikan informasi penyimpangan seksual karena temanya itu adalah waspada pernikahan di bawah usia. Saya sampaikan keadaan dengan bentuk informasi yang sudah kami olah lebih general dengan tidak menyebut nama bahwa di Bukittinggi, kami mendapatkan informasi ada anak yang berhubungan dengan orang tuanya,” papar Erman Safar.

Dia juga memaparkan berbagai kasus penyakit masyarakat seperti LGBT, korban pelecehan seksual anak, dan bahaya narkoba. ”Saya sampaikan semua, lalu kemudian itu viral. Itu di luar sepengetahuan kami dan kami tidak pernah meminta wartawan. Dari awal kita mendapati perbuatan penyimpangan itu minta untuk tidak diberitakan,” terang Erman.

Dia mengaku penyampaian keadaan sosial yang mengkhawatirkan bertujuan untuk menjadi kewaspadaan sosial di tingkat masyarakat. ”Jadi kami mengajak partisipasi dari rakyat untuk bersama menanggulangi beberapa keadaan menyimpang di Bukittinggi,” tutur Erman Safar.

Dia menegaskan, telah menghubungi kepolisian untuk menindaklanjuti sesuai hukum berlaku. ”Sampai sekarang kasus ini sedang dalam penyelidikan belum ada keterangan dari Polresta menyatakan bahwa ini hoaks dan ini bohong,” sebut Erman Safar.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore