
Seorang bocah tengah menari di lomba Pacu Jalur. Momen ini sempat viral di media sosial hingga mancanegara. (istimewa)
JawaPos.com - Beberapa hari ini, media sosial TikTok dan Instagram diramaikan dengan foto dan video yang memperlihatkan seorang anak kecil sedang berjoget di tengah perahu yang melaju kencang di sungai dengan para pendayung di belakangnya.
Video tersebut dipadukan warganet dengan suara latar lagu "Biser King Dom Dom Yes Yes" yang dipopulerkan penyanyi asal Turki, Biser King.
Selain video pacu jalur yang asli, beberapa warganet juga memparodikan pacu jalur menggunakan alat seadanya.
Yang memparodikan di dominasi siswa yang masih mengenakan seragam sekolah. Mereka tampak memeragakan gerakan mendayung perahu dengan alat-alat seperti sapu.
Sementara itu, salah seorang siswa juga terlihat berdiri atas bangku sambil menirukan tarian anak yang berjoget di ujung depan perahu. Tak hanya di Indonesia, Pacu Jalur bahkan diparodikan hingga ke Thailand.
Ternyata, pendayung dan tukang tari tersebut adalah gelaran Pacu Jalur yang mana merupakan lomba dayung tradisional khas daerah Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.
Pacu artinya lomba, sedangkan Jalur adalah sebutan dari perahu panjang. Itulah mengapa lomba ini disebut Pacu Jalur dalam tradisi dan budaya yang ada di Kuansing.
Lantas siapa tukang tari dan apa fungsinya dalam gelaran Pacu Jalur?
Dikutip JawaPos.com dari warisanbudaya.kemdikbud.go.id, fungsi dari tukang tari atau yang disebut anak joki selain memberikan nuansa keindahan, juga sebagai pemberi informasi kepada anak pacuan tentang posisi haluan jalur sekaligus memberikan semangat.
Dan, ketika anak joki berdiri menghadap ke belakang itu bertanda memberikan semangat kepada anak pacu. Namun, ketika anak joki menghadap ke depan, pertanda haluan jalur sedang memimpin, dan ketika anak joki bersujud di finis itu bertanda jalurnya menang.
Bahkan, ada juga yang sengaja disuruh turun (loncat). Itu menandakan jalur dalam keadaan terancam dan si tukang tari harus loncat agar dapat mengurangi beban jalur saat potensi pendayung lagi on fire. Itulah sebabnya Tukang Tari tersebut berdiri sembari menari-nari dan meliuk-liuk.
Selain itu, ada juga yang disebut sebagai Tulang Onjai yang kurang lebih memiliki tugas dan fungsi yang sama dengan Tukang Tari.
Bedanya Tukang Onjai berada di bagian belakang perahu atau pendayung, sedangkan Tukang Tari berada di depan.
Pacu Jalur sendiri adalah sejenis lomba dayung tradisional khas daerah Kuantan Singingi (Kuansing) yang hingga sekarang masih ada dan berkembang di Propinsi Riau.
Lomba dayung ini menggunakan perahu yang terbuat dari kayu gelondongan yang oleh masyarakat sekitar juga sering disebut jalur.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
