Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Agustus 2023 | 01.17 WIB

Harga Sejumlah Bahan Pokok di Kota Bandung Merangkak Naik Imbas Kemarau Panjang

Seorang pedagang di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Sabtu (26/8). - Image

Seorang pedagang di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Sabtu (26/8).

JawaPos.com–Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Kota Bandung merangkak naik. Hal itu imbas dari kemarau panjang yang melanda efek dari badai gelombang panas El Nino.

Dari dua pasar tradisional di Kota Bandung, yakni Pasar Kosambi dan Pasar Ciroyom, harga komoditas pangan seperti beras, bawang putih, ayam potong, sampai minyak goreng, mengalami kenaikan cukup signifikan.

Seorang pedagang bumbu dan bahan dapur di Pasar Kosambi Khadijah mengungkapkan, saat ini, komoditas minyak goreng dan bawang putih mengalami kenaikan cukup signifikan bahkan sampai Rp 8.000.

”Pada naik, untuk minyak naik sih lumayan yang dulu dari Rp 15 ribu per liter, sekarang jual Rp 17 ribu per liter. Kalau bawang putih Rp 48 ribu per kilogram dari harga kemarin sempat Rp 40 ribuan, pokoknya bawang putih sekarang naik. Ini karena musim kemarau panjang,” kata Khadijah seperti dilansir dari Antara.

Di Pasar Ciroyom, bahan pokok yang mengalami kenaikan signifikan, terutama jenis sayuran. Cabai merah naik menjadi Rp 70 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 60 ribu per kilogram, kemudian kentang dari Rp 15 ribu per kilogram kini menjadi Rp 22 ribu per kilogram.

Untuk komoditas beras, dalam empat pekan selama Agustus, juga telah mengalami kenaikan dari yang sebelumnya Rp 10.500 per kilogram, kini menjadi Rp 11.500 per kilogram, untuk jenis beras terendah.

”(Pengaruh kemarau) ke beras sudah jelas, naiknya signifikan. Dari awal bulan minggu pertama kenaikannya Rp 200, minggu kedua sampai sekarang sudah lanjut terus setiap minggunya Rp 200, sampai sekarang kenaikan Rp 1.000 rupiah (dari awal bulan),” kata pedagang beras di Pasar Kosambi Rahmat.

Rahmat berharap pemerintah turun tangan atas kenaikan harga akibat musim kemarau panjang. Seperti melakukan pemantauan dan tindakan di pasar, saat harga komoditas lain sedang mengalami lonjakan.

Berbeda dengan komoditas lain, untuk komoditas ayam potong, justru mengalami penurunan harga. Di Pasar Ciroyom, satu kilogram ayam potong dijual dengan harga Rp 36 ribu dari sebelumnya Rp 38 ribu per kilogram, dalam beberapa hari terakhir.

”Untuk penurunan harga ayam sendiri baru terjadi dua hari, mungkin ada faktor akhir bulan juga,” kata seorang pedagang ayam di Pasar Ciroyom.

Di Pasar Kosambi, untuk komoditas ayam potong terpantau belum mengalami perubahan harga baik itu kenaikan atau penurunan, di mana masih dijual pada harga Rp 38 ribu per kilogram.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore