
Kadisdikbud Kota Balikpapan Irfan Taufik memberikan keterangan kepada wartawan terkait kasus perundungan yang menimpa pelajar salah satu SMP di Balikpapan.
JawaPos.com - Kasus perundungan yang melibatkan sejumlah siswa SMP di Kota Balikpapan yang videonya viral di media sosial berakhir damai setelah melewati proses mediasi pada Minggu (1/10) siang. Proses mediasi yang berlangsung di Mapolsek Balikpapan Utara tersebut dihadiri Kapolsek Balikpapan Utara AKP Bitab Riyani, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan Irfan Taufik, keluarga korban dan pelaku, dan Kabid Perlindungan Anak DP3AKB Balikpapan.
Kadisdikbud Balikpapan Irfan Taufik menyampaikan permintaan maaf terkait kasus perundungan yang dialami siswa salah satu SMP swasta di Balikpapan. “Kami sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan meminta maaf, ini merupakan bagian dari tanggung jawab kami untuk mengawasi,” kata Irfan selepas mediasi seperti dilansir Prokal.co (Jawa Pos Group).
Pemerintah, kata Irfan juga menyiapkan personel dari DP3AKB untuk mendampingi korban perundungan. “Nanti jika diperlukan dari DP3AKB akan memberikan pendampingan kepada korban,” imbuh Irfan.
Terkait sanksi dari sekolah tempat pelaku perundungan, Irfan mengaku tidak serta merta bisa diberikan. “Nanti akan dilihat ke depan. Yang jelas, pendekatan persuasif akan kami kedepankan,” jelas Irfan.
Yang tak kalah penting, kata Irfan adalah ke depan pihaknya akan meningkatkan pengawasan dan sosialisasi ke seluruh sekolah di Balikpapan.
Sebelumnya, publik Kota Beriman dibuat heboh dengan beredarnya sebuah video perundungan yang dilakukan sejumlah pelajar SMP. Diketahui bahwa korban perundungan adalah AA, 13, pelajar kelas 8 di salah satu SMP swasta di Balikpapan. Sementara pelakunya adalah KD, 13, dan MR, 13. Aksi perundungan itu terjadi pada Sabtu (23/9) pekan lalu di Masjid Darussalam, RT 26, Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara.
Dalam video berdurasi 27 detik yang beredar, korban AA dipiting, dibanting, dan dibentak oleh pelaku. Sementara AA yang jadi korban hanya bisa menangis dan memegangi kepalanya.
Kapolsek Balikpapan Utara AKP Bitab Riyani mengatakan kedua belah pihak sudah sepakat untuk berdamai. “Iya, sudah mediasi dan sepakat damai. Orang tua korban tidak akan melanjutkan kasus ini,” kata Bitab.
Bitab menambahkan bahwa aksi perundungan terhadap AA bermula saat ia meminta sebuah foto kepada dua pelaku. Karena marah dengan permintaan korban, KD dan MR lantas melakukan tindakan perundungan.
“Informasinya memang korban sempat meminta foto namun kedua pelaku tidak suka dengan permintaan korban,” beber AKP Bitab Riyani.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
