Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Oktober 2023 | 22.18 WIB

5.271 Warga Bojonegoro Terdata Mengalami Depresi, Begini Kata Dinas Kesehatan

Ilustrasi seseorang yang mengalami depresi. - Image

Ilustrasi seseorang yang mengalami depresi.

JawaPos.com – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Bojonegoro, Fajar Respati, mengungkapkan bahwa ada sebanyak 5.271 warga Bojonegoro, Jawa Timur, yang terdata mengalami depresi.

Fajar menjelaskan, bahwa tingginya angka gangguan kesehatan jiwa ringan di Bojonegoro itu.

Salah satunya disebabkan oleh kurangnya kepekaan masyarakat terhadap lingkungan dan orang-orang di sekitarnya.

Sikap apatis terhadap hal-hal yang ada disekitarnya, kata Fajar, membuat masalah depresi yang dialami seseorang sulit dideteksi dini.

“Peran semua pihak dibutuhkan untuk memberi dukungan ke masyarakat atau orang terindikasi gangguan kesehatan jiwa baik berat maupun ringan,” kata Fajar, dilansir dari Radar Bojonegoro (Jawa Pos Group), Kamis (5/10).

Adapun gangguan kesehatan jiwa terbagi menjadi dua kategori, yakni Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat dan ringan.

Di Bojonegoro, ODGJ berat tercatat dialami oleh sebanyak 2.117 jiwa.

Sementara untuk ODGJ ringan, lanjut Fajar, masih terbagi lagi menjadi dua jenis, yakni Gangguan Mental Emosional (GME) dan depresi.

Tercatat, sebanyak 5.010 jiwa terindikasi GME dan 261 orang depresi.

Selain karena kurangnya kepedulian masyarakat akan hal ini, Fajar juga menggarisbawahi kentalnya stigma masyarakat terkait isu gangguan jiwa.

Menurutnya, banyak masyarakat Bojonegoro yang masih berpikir bahwa gangguan jiwa merupakan penyakit keturunan, padahal tidak.

Fajar menekankan, siapapun yang mengalami gangguan jiwa berat maupun ringan, sejatinya dapat diobati dengan penanganan yang tepat.

“Seperti berobat ke fasilitas kesehatan (faskes) baik puskesmas, klinik, maupun rumah sakit untuk deteksi dini. Apalagi kita sudah ada dokternya di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo,” terangnya.

Orang-orang yang terindikasi gangguan jiwa berat atau ringan, seharusnya mendapat dukungan dari orang-orang di sekitarnya.

Jika mereka (penderita gangguan jiwa) bisa dikendalikan, maka juga akan bisa beraktifitas dengan baik seperti pada umumnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore