
DIGARAP TRADISIONAL: Sebagian besar lahan perkebunan di Jatim dimiliki oleh masyarakat pekebun./ Dok JawaPos.Com
JawaPos.com – Untuk meningkatkan produktivitas perkebunan di Jawa Timur (Jatim) yang sebagian besar lahannya dimiliki oleh masyarakat pekebun, Dinas Perkebunan (Disbun) Jatim berencana melakukan koordinasi yang kontinyu untuk mensupport berbagai kebutuhan dari pekebun.
Dilansir Radar Surabaya (JawaPos Grup), pada Rabu (24/1), Kepala Dinas Perkebunan Jatim Heru Suseno membenarkan rencana tersebut.
Nantinya, Disbun Jatim bakal melakukan pembinaan terhadap para pemilik perkebunan di Jatim. Tujuannya, agar hasil produksi bisa meningkat.
Untuk diketahui, sebanyak 86 persen perkebunan di Jatim merupakan milik masyarakat pekebun.
Sisanya, sebanyak sembilan persen dikelola oleh Negara. Sedangkan yang lima persennya dikelola oleh pihak swasta.
Heru menjelaskan, saat ini jenis perkebunan milik masyarakat pekebun yang paling dominan di Jatim adalah tebu, coklat, tembakau, kopi dan nilam.
Oleh karena itu, pihaknya ingin agar pemerintah senantiasa men-support berbagai kebutuhan dari pekebun atau petani tersebut.
Beberapa bantuan pemerintah yang bisa diberikan kepada para pekebun itu, menurutnya bisa berupa pupuk ataupun benih.
Kendati demikian, Heru juga tak memungkiri terkait adanya keterbatasan anggaran, terlebih untuk benih bersertifikat. Hal ini membuat pemerintah harus memutar otak lagi bagaimana cara menyuplai benih tersebut ke pekebun.
“Apalagi jika terkait dengan urusan benih bersertifikat yang mahal harganya. Oleh karena itu, pemerintah pusat mengupayakan benih murah berkualitas supaya bisa meningkatkan produksi petani,” jelasnya, kemarin.
Lebih jauh, Heru juga menyebut di tahun 2024 ini, pihaknya berencana akan memfokuskan kegiatan pada program inovasi dan pola pembinaan para petani atau pekebun. Hal itu dilakukan guna meningkatkan produktivitas perkebunannya.
“Sifatnya tanaman tahunan seperti kopi dan kakao masih sama. Kemudian tanaman semusim seperti Seperti tebu dan tembakau polanya juga sama, nanti fokus kita bagaimana pola kita membina petani kita untuk meningkatkan produksinya,” katanya.
Dalam merealisasikan hal tersebut, Heru mengatakan pihaknya akan melakukan sinkronisasi atau penyesuaian dengan kabupaten/kota untuk membahas terkait kendala yang mungkin dapat menghambat proses produksi. Selanjutnya, permasalahan tersebut akan ditindak lanjuti bersama-sama untuk dicari solusinya.
Beberapa skala prioritas pun telah ditetapkan Disbun Jatim untuk meningkatkan produksi perkebunan di Jatim pada tahun 2024 mendatang.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
