
Evakuasi korban meninggal dunia pasca longsor di Desa Pikat, Klungkung, Bali pada Senin (20/1). (Kantor SAR Denpasar)
JawaPos.com–Bencana longsor terjadi di Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali. Akibatnya empat orang meninggal dunia dan empat korban luka-luka.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Kantor SAR Denpasar) berhasil menemukan korban meninggal dunia pada Senin pagi (20/1). Korban tertimbun di antara longsoran batu dan pohon besar yang tumbang.
Kepala Kantor SAR Denpasar I Nyoman Sidakarta menyampaikan, evakuasi korban dilakukan dengan menyingkirkan bebatuan dan pohon tersebut. ”Pohon dengan ukuran besar tersebut disingkirkan terlebih dahulu untuk bisa mengevakuasi korban,” ungkap I Nyoman Sidakarta.
Korban bernama I Nengah Mertayasa. Dia menjadi korban meninggal dunia keempat yang ditemukan oleh Tim SAR.
Selain I Nengah Mertayasa, korban meninggal dunia lain bernama I Wayan Nata, I Nyoman Mudiana, dan I Ketut Surata. Mereka ditemukan Tim SAR sudah dalam keadaan tidak bernyawa.
Nyoman mengungkapkan, longsor di Desa Pikat terjadi pasca hujan deras disertai angin kencang melanda beberapa daerah di Klungkung pada Minggu (19/1) malam.
”Dengan ditemukannya satu korban lainnya atas nama I Nengah Mertayasa, maka keseluruhan korban longsor sudah ditemukan,” kata Nyoman.
Para korban meninggal dunia langsung dievakuasi ke RSUD Klungkung untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sementara itu yang mengalami luka ringan langsung ditangani di lokasi rumah pemilik pesraman.
Dalam operasi SAR tersebut, Tim SAR dibantu oleh aparat kepolisian, TNI, pihak keluarga korban, dan masyarakat setempat.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
