
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyapa warga pada acara Abdi Nagri Ngangjang Ka Warga Edisi 15 di Lapangan Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/7/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi buka suara terkait peristiwa naas yang menyebabkan tiga orang tewas pada kegiatan syukuran pernikahan putra sulungnya, Maula Akbar dan Putri Karlina. Dia pun menyampaikan ucapan duka pada keluarga yang ditinggalkan.
“Saya menyampaikan ucapan duka yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Semoga diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya, dan ditempatkan di sisi Allah subhanahu wa ta'ala,” kata Dedi Mulyadi seperti diunggah pada akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, Jumat (18/7).
“Untuk keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan ketabahan dan terhadap nasib dari keluarga yang ditinggalkan baik itu suami, anak, maupun istri, maupun anak-anak,” imbuhnya.
Dedi menegaskan bahwa dirinya akan bertanggung jawab pada kehidupan keluarga yang ditinggalkan termasuk pendidikan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi. Tak hanya itu, eks Bupati Purwakarta ini juga menyiapkan uang duka untuk setiap keluarga senilai Rp 150 juta.
“Kami pun menyampaikan uang duka terhadap setiap keluarga masing-masing Rp 150 juta. Hal ini sebagai bentuk empati dari kami atas nama kedua mempelai,” ungkap Dedi.
Sekali lagi, Dedi Mulyadi pun mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya bagi keluarga yang ditinggalkan, serta menyatakan bertanggung jawab terhadap keseluruhan peristiwa tersebut.
“Saya ucapkan terima kasih, mohon maaf sekali lagi, saya sampaikan mohon maaf yang sebesar-besarnya,” tukas Dedi Mulyadi.
Sebelumnya diberitakan, pesta rakyat dalam resepsi pernikahan Wakil Bupati Garut Putri Karlina dengan Maula Akbar Mulyadi Putra yang tidak lain adalah putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membawa kabar duka. Acara yang berlangsung di Garut pada Jumat (18/7) itu menyebabkan 3 orang meninggal dunia, salah satunya seorang polisi.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan menyampaikan bahwa seorang polisi yang meninggal dunia adalah personel Bhabinkamtibmas bernama Cecep.
Dia bertugas di salah satu polsek yang berada di wilayah hukum Polres Garut. Menurut Hendra, Cecep meninggal dunia setelah berusaha membantu warga yang berdesakan hingga pingsan.
Sementara itu, dua korban lainnya yakni bocah perempuan berinisial VA (8) dan wanita lansia berinisial DJ (61).
”Polda Jabar membenarkan informasi adanya 3 orang yang meninggal dalam kegiatan resepsi yang ada di Garut. Jadi, anggota kami itu telah gugur atas nama Cecep, anggota bhabinkamtibmas Polsek di Polres Garut,” terang Hendra.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
