
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan mengenai polemik dana mengendap di Bandung, Rabu (22/10/2025). (ANTARA/Ricky Prayoga)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menginstruksikan seluruh jajarannya, mulai dari kepala desa hingga wali kota, untuk segera mengoordinasikan bantuan bagi warga terdampak banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Langkah ini ditegaskan pria yang akrab disapa KDM itu karena besarnya dampak bencana dan urgensi pemenuhan kebutuhan dasar korban.
“Musibah yang dialami saudara kita di Sumatera adalah derita yang kita alami juga. Kita adalah saudara, satu tubuh, satu jiwa,” ujar KDM dalam Instagram, Senin (1/12).
KDM meminta para kepala desa, camat, bupati, dan wali kota di seluruh Jawa Barat menginisiasi beragam kegiatan kemanusiaan untuk mendukung kebutuhan warga di wilayah terdampak.
Seluruh upaya tersebut diminta terkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar distribusi bantuan berjalan cepat dan tepat sasaran.
“Para kepala desa, camat, bupati, dan wali kota dipersilakan menginisiasi kegiatan kemanusiaan dan mengkoordinasikannya dengan Pemprov Jabar,” tegasnya.
Ia memastikan distribusi bantuan dari Jawa Barat akan segera dilakukan dalam waktu dekat. Pemprov disebut sudah menyiapkan berbagai kebutuhan yang mendesak untuk para korban bencana.
“Dalam minggu ini, pemerintah Provinsi Jawa Barat akan segera mendistribusikan berbagai bantuan yang dibutuhkan,” ucapnya.
KDM kemudian mengajak seluruh warga Jawa Barat untuk ikut berempati dan bergerak membantu. Ia menegaskan bahwa solidaritas dan kebersamaan menjadi kunci meringankan beban para korban di Sumatera.
“Mari kita bersatu padu, bergandengan tangan, meringankan beban sesama,” tutupnya.
Sebelumnya, bencana alam banjir dan longsor di beberapa daerah di Sumatra menyebabkan dampak yang sangat besar bagi keberlangsungan kehidupan di daerah yang terdampak.
Dari laporan akhir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada minggu (30/11/25) mencatatkan 442 orang meninggal dunia, sementara 402 orang lainnya masih belum ditemukan.
Angka tersebut merupakan angka pembaruan setelah tim penyelamat menjangkau lebih jauh daerah yang belum terlindungi akibat kerusakan akses jalan dan cuaca buruk.
Dari beberapa daerah di Sumatra berikut penjelasannya:
Sumatra Utara, daerah ini menjadi daerah paling parah akibat bencana alam banjir dan longsor.
Berdasarkan laporan BNPB, 217 orang meninggal dunia dan 209 orang masih dicari.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
