
Gubernur Maluku Utara (Malut) Sherly Tjoanda Laos. (Istimewa)
JawaPos.com - Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda terlibat saling bantah dengan Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman dalam agenda rapat terbuka yang disiarkan di YouTube Bapenda Maluku Utara.
Saling bantah yang normal dalam rapat ini jadi viral karena potongan videonyan beredar di media sosial.
Mulanya, M. Tauhid Soleman menyebut Sherly tidak pernah melakukan kunjungan kerja resmi ke Pemerintah Kota Ternate.
Tak terima, Sherly menegaskan bahwa unjungan itu pernah dilakukan, namun saat agenda berlangsung justru Wali Kota Ternate tidak berada di tempat.
Isu tersebut mencuat dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Kepala Daerah se-Maluku Utara yang digelar di Sahid Bela Hotel, Rabu (17/12/2025).
Dalam forum itu, Tauhid menyampaikan secara terbuka bahwa koordinasi antara Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Pemerintah Kota Ternate dinilainya belum berjalan maksimal.
“Sejak ibu dilantik sebagai Gubernur Maluku Utara, ibu belum pernah melakukan kunjungan kerja resmi ke Pemerintah Kota Ternate. Padahal ibu tinggal di Ternate,” ujar Tauhid dalam rapat tersebut.
Sherly pun menjelaskan bahwa dirinya pernah datang ke Kota Ternate dalam agenda resmi bersama Menteri Hukum. Namun, pada saat kunjungan tersebut, pimpinan Pemerintah Kota Ternate tidak hadir.
“Saya pernah kunjungan ke kelurahan bersama Pak Menteri Hukum waktu itu, tapi Pak Wali Kota tidak hadir. Yang ada hanya ibu lurah. Pak Sekda tidak ada, Pak Wali pun tidak ada,” jawab Sherly.
Ia bahkan mengaku sempat menanyakan langsung alasan ketidakhadiran kepada lurah setempat.
Dari informasi yang diterimanya, Wali Kota Ternate memang tidak berada di lokasi saat kunjungan berlangsung.
“Saya bertanya ke Pak Lurah, katanya Pak Wali tidak hadir. Saya juga merasa tidak enak dengan pihak Kementerian Hukum, karena itu bukan wilayah kewenangan saya, melainkan wilayah Pemerintah Kota Ternate,” katanya.
Menurut Sherly, peristiwa tersebut menjadi catatan penting agar ke depan tidak lagi terjadi kesalahpahaman antarlevel pemerintahan. Ia menilai komunikasi antarpihak, khususnya melalui protokol, perlu diperkuat.
Ia menekankan peran protokol provinsi untuk lebih intens berkoordinasi dengan protokol kabupaten dan kota, terutama jika kegiatan melibatkan kementerian dan bersifat mendadak.
“Ke depan harus ada komunikasi yang lebih baik, terutama dari protokol provinsi. Jika kegiatan dilakukan oleh kementerian, apalagi sifatnya mendadak, harus segera menghubungi dan mengonfirmasi kepada protokol kabupaten/kota terkait, supaya tidak terjadi miskomunikasi,” tegasnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
