Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 Januari 2026, 04.51 WIB

Pengasuh Ponpes Denanyar Usulkan NU Bikin Lembaga Permusywaratan Syuriah, Ini 5 Manfaatnya

Ketua Presidium Penyelamat Organisasi dan Muktamar Luar Bisa Nahdlatul Ulama (MLB NU) Abdussalam Shohib. (Ismtimewa) - Image

Ketua Presidium Penyelamat Organisasi dan Muktamar Luar Bisa Nahdlatul Ulama (MLB NU) Abdussalam Shohib. (Ismtimewa)

 
JawaPos.com - Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang,  Abdussalam Shohib menilai, Nahdlatul Ulama (NU) membutuhkan kelembagaan kolektif seperti Majelis Permusywaratan Syuriah. Langkah ini bisa menjadi benteng kuat bagi NU dalam mencegah organisasi diseret-seret untuk kepentingan pragmatis.
 
"Saat ini NU butuh kelembagaan kolektif supaya menjadi lembaga yang tangguh dari berbagai intervensi yang memungkinkan, NU di tarik dalam pusaran kepentingan tertentu. Istilah yang bisa digambarkan dengan mudah adalah semacam Majlis Permusyawaratan Syuriah," ujar Gus Salam, Sabtu (10/1).
 
Dia menjelaskan, Majelis Permusywaratan Syuriah bisa diisi oleh sejumlah ulama yang pernah memimpin NU. Penunjukan pejabatnya bisa dilakukan bergilir melalui skema per periode.
 
"Majlis Syuriah dapat merumuskan kepemimpinan tanfidziyah dalam satu periode yang di putuskan dalam Muktamar NU. Kenapa ide ini menjadi cara pandang baru dalam keberlangsungan kelembagaan NU. Karena NU membutuhkan itu," imbuhnya.
 
 
Gus Salam menegaskan, ada beberapa keutamaan yang dapat dijadikan pondasi kekokohan keberlangsungan kelembagaan NU. Pertama, institusi independen, NU  akan mempunyai struktur yang mengembalikan fungsi syuriah sebagai supremasi institusi.
 
"Begitupun dengan kebutuhan keputusan syari’ah keagaamaan, akan memiliki kekuatan yang legitimit karena manjadi pendapat yang jumhur," jelasnya.
 
Kedua adanya kontrol kelembagaan. Majlis Permusywaratan Syuriah akan lebih memiliki objektifitas dalam kontrol kelembagaan NU yang dijalankan oleh tanfidziyah.
 
"Tidak ada lagi persoalan individu, tidak ada lagi persoalan suka dan tidak suka kepada pribadi, tidak ada lagi individu yang dominan, tidak ada pihak pihak yang mengataskan pribadi tertentu untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu," ungkapnya
 
Ketiga, konsistensi keberlanjutan. Sejauh ini NU telah berhasil mengembangkan berbagai sektor. Mulai dari ekonomi, pelayanan kesehatan, rumah sakit, hingga pendidikan.
 
"Semua ini tidak boleh menjadi ajang intervensi personal yang bisa merusak tatanan setiap ada pergantian periode kepengurusan," ucapnya.
 
Keempat menjadi penjaga otorita institusi. Dengan adanya Majlis Permusywaratan Syuriah tidak perlu lagi ada majlis tahkim yang menjadi lembaga pemutus masalah. Dengan lembaga ini, maka biza diputuskan secara kelembagaan dan syariah.
 
Terakhir menjadi penjaga martabat keilmuan. Majlis Permusywaratan Syuriah adalah kumpulan para ulama yang legitimit kealimannya yang bisa mewakili keilmuan ahlussunah waljamaah di dalam forum intelektual islam di Indonesia maupun di berbagai negara.
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore