
Gubernur Bali Wayan Koster beri arahan pecalang amankan desa adat saat Hari Raya Nyepi di Denpasar, Sabtu (7/3). (Ni Putu Putri Muliantari/Antara)
JawaPos.com–Gubernur Bali Wayan Koster mengumpulkan 11 ribu pecalang atau satuan pengamanan desa adat dari seluruh provinsi itu untuk apel pengamanan Hari Raya Nyepi Saka 1948.
”Ini lebih dari 11 ribu yang hadir, pecalang dari seluruh Bali, arahannya agar pecalang seluruh Bali itu solid dan semangat ngayah (mengabdi) dengan penuh disiplin, tanggung jawab, dan dedikasi menjaga wewidangan (wilayah) desa adat agar keamanan Bali terjaga dengan baik,” kata Koster seperti dilansir dari Antara.
Gubernur Bali memandang pemberian arahan ini penting mengingat tahun ini Hari Raya Nyepi berimpitan dengan Idul Fitri 1447 Hijriah, bahkan ada potensi malam takbiran jatuh pada hari penyepian, yaitu Kamis (19/3).
”Secara spesifik tahun ini dalam rangka pengamanan Hari Raya Nyepi yang berhimpitan dengan Hari Raya Idul Fitri supaya Bali ini tetap kondusif dan citra pariwisata Bali baik,” ujar Koster.
Menurut dia, momentum hari raya berhimpitan ini juga untuk menguatkan tekad pecalang dalam menjaga adat, tradisi, seni, budaya, kearifan lokal, dan kerukunan antar umat. Dia mengaku senang dengan tema Gelar Agung Pecalang Bali 2026, yaitu Sarana Nincapang Kasukertan Jagad Bali Niskala-Sekala yang berarti sarana meningkatkan ketentraman Bali secara duniawi dan nonduniawi.
Tema ini sejalan dengan visi Pemprov Bali dan program prioritas salah satunya berkaitan dengan keamanan. Arah kebijakannya, pemerintah daerah ingin mewujudkan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan seluruh Bali, memantapkan pengamanan di lokasi strategis, termasuk Pura Kahyangan Jagad, destinasi wisata, pusat perekonomian, dan pusat keramaian; memantapkan penyelenggaraan keamanan berbasis Sipandu Beradat.
Selain itu, meningkatkan sarana prasarana pengamanan, membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk bertanggung jawab menjaga keamanan Bali secara bersama, dan mengintegrasikan penyelenggaraan keamanan di seluruh wilayah Bali.
Untuk mencapai tujuan keamanan ini berbagai program sudah dan akan terus ditingkatkan, seperti mempercepat dan memantapkan pelaksanaan regulasi Sipandu Beradat, meningkatkan koordinasi dan kerja sama dengan lembaga negara, mengembangkan sistem pengamanan digital pelaporan insiden realtime, meningkatkan kapasitas keterampilan pecalang, dan membangun sistem keamanan Bali terintegrasi.
Atas kerja-kerja pecalang desa adat yang membantu bidang keamanan di Bali, Koster menyampaikan janjinya untuk segera menyusun skema pemberian insentif bagi mereka.
”Ini sedang dihitung, karena jumlahnya 23 ribu orang pecalang seluruh Bali tentu membutuhkan anggaran cukup besar, sebanyak 1.500 desa adat yang ada di Bali, jadi mesti dihitung betul, tapi komitmen kami dilaksanakan Astungkara 2027,” ujar Koster.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022