Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Maret 2026, 02.24 WIB

Polisi Selidiki Ledakan Petasan akibatkan Sembilan Luka di Pekalongan

Polres Pekalongan lakukan olah tempat kejasian perkara atas kasus ledakan petasan di Kota Pekalongan, Sabtu (21/3). (Humas Polres Pekalongan Kota/Antara) - Image

Polres Pekalongan lakukan olah tempat kejasian perkara atas kasus ledakan petasan di Kota Pekalongan, Sabtu (21/3). (Humas Polres Pekalongan Kota/Antara)

 

JawaPos.com–Kepolisian Resor Pekalongan Kota selidiki kasus ledakan petasan di Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur, Sabtu (21/3), yang mengakibatkan sembilan orang mengalami luka-luka.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Pekalongan Kota Ajun Komisaris Polisi Setiyanto mengatakan, ledakan itu terjadi saat sejumlah remaja sedang merakit petasan di dalam rumah dengan menggunakan palu dan obeng.

”Kami telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah,” kata Setiyanto dilansir dari Antara.

Selain itu, polisi juga menyita sejumlah sisa-sisa barang bukti, seperti selongsong petasan yang berisi serbuk maupun yang masih kosong. Berdasar keterangan para saksi, suara ledakan terdengar dari arah rumah kosong yang berjarak sekitar tiga meter dari tempat tinggal korban.

Dampak ledakan petasan itu menyebabkan kaca rumah warga pecah serta bagian atap dan genteng mengalami kerusakan. Selain itu, para korban ledakan mengalami luka bakar dan luka ringan di beberapa bagian tubuh.

Setiyanto yang didampingi Kasi Humas Polres Pekalongan Iptu Purno Utomo mengatakan, para korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bendan, Rumah Sakit Siti Khodijah, serta klinik terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti ledakan petasan tersebut.

”Berdasar keterangan saksi, bahan peledak untuk petasan tersebut dibeli secara daring," ungkap Setiyanto.

Dia mengimbau masyarakat tidak membuat maupun menyalakan petasan atau bahan peledak lainnya karena hal itu berisiko tinggi terhadap keselamatan.

”Kami mengajak masyarakat tidak membuat dan menyalakan petasan, terlebih dengan daya ledak tinggi. Selain membahayakan diri sendiri dan orang lain, juga dapat menimbulkan kerusakan,” ujar Setiyanto.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore