
Penguatan kerja sama Universitas Gajah Mada (UGM) dengan PT East West Seed Indonesia (Ewindo) dalam pengembangan Bank Sumber Daya Genetik Sayuran. (Istimewa).
JawaPos.com — Universitas Gajah Mada (UGM) menjalin kerja sama dengan PT East West Seed Indonesia (Ewindo) dalam pengembangan Bank Sumber Daya Genetik Sayuran dalam mendukung sistem pangan nasionak lewat benih unggul.
Kerja sama yang telah berlangsung sejak 2018 dan diperkuat kembali pada 1 April 2026, kedua institusi berkomitmen untuk mencegah erosi genetik, menjaga kekayaan genetik tanaman asli Indonesia (plasma nutfah), sekaligus mendorong hilirisasi guna memperkuat ketahanan pangan nasional.
Bank Genetik Sayuran tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benih, tetapi juga sebagai pusat konservasi aktif yang memastikan benih-benih lokal tetap lestari melalui proses perbanyakan dan evaluasi. Keberadaannya menjadi benteng penting dalam menghadapi ancaman erosi genetik yang dapat berdampak langsung pada ketahanan pangan nasional.
Rektor UGM Prof. Ova Emilia menyampaikan bahwa penguatan sektor hulu melalui konservasi genetik merupakan langkah strategis dalam membangun sistem pangan berkelanjutan. Langkah ini menjadi penting di tengah modernisasi pertanian dan hilangnya tanaman varietas lokal.
“Dengan memahami rantai pasok dari sumber, kita akan bisa memastikan kualitas dan gizi komoditas. Sumber daya genetik tanaman perlu kita lestarikan bersama-sama,” katanya dalam keterangan tertulis dikutip Rabu (1/4/2026).
Baca Juga:Jangan Dikonsumsi Berlebihan, 9 Makanan Ini Harus Dihindari agar Tidak Mengganggu Kesehatan
Hingga saat ini, sebanyak lebih dari 2.000 aksesi kekayaan genetik tanaman lokal Indonesia berhasil dikoleksi, mencakup berbagai jenis sayuran seperti tomat, timun, wortel, pare, terong, seledri, paprika, labu, okra, dan cabai.
Presiden Direktur Ewindo Glenn Pardede menekankan bahwa investasi pada benih merupakan investasi jangka panjang bagi sistem pangan Indonesia. Sistem pangan nasional sangat bergantung pada kualitas benih yang dimiliki.
“Indonesia memiliki kekayaan genetik tanaman yang luar biasa, namun tanpa upaya konservasi yang sistematis, kekayaan ini bisa hilang. Melalui kolaborasi ini, kami berupaya memastikan bahwa sumber daya genetik tersebut tidak hanya terlindungi, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan varietas unggul yang adaptif, produktif, dan relevan dengan kebutuhan masa depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Glenn menjelaskan bahwa pendekatan 3C (collect, conserve, convey ) menjadi dasar dalam pengelolaan Bank Genetik. Tahapan collect dilakukan melalui eksplorasi dan pengumpulan benih lokal dari berbagai daerah. Selanjutnya, conserve memastikan benih disimpan, diperbanyak, dan dievaluasi agar tetap hidup dan tidak punah. Sementara convey bertujuan memperluas pemanfaatan benih bagi riset, pemuliaan, hingga pengembangan produk pertanian.
“Dengan pendekatan ini, Bank Genetik tidak hanya menjaga masa lalu, tetapi juga secara aktif menciptakan solusi untuk masa depan sistem pangan Indonesia,” ungkap Glenn.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
