
TNI AL bersama FKS Group memberikan pelatihan hasil laut dan olahan kedelai kepada masyarakat pesisir. (Istimewa)
JawaPos.com - TNI AL memberikan pelatihan hasil laut dan olahan kedelai kepada masyarakat pesisir. Melalui kegiatan ini, diharapkan bisa menambah keterampilan warga dalam meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Dalam pelaksanaannya, Pusat Teritorial Angkatan Laut (Pusteral) bekerja sama dengan FKS Group. Pelatihan digelar di Lanal Cilacap dan Lanal Tegal, Jawa Tengah. Kegiatan ini melibatkan 300 pelaku UMKM dan masyarakat pesisir.
Komandan Pusteral Laksma A.Agung Pryo Suseno mengatakan, Indonesia memiliki potensi hasil laut yang melimpah. Persoalan yang kerap ditemukan berupa penjualan produk dalam kondisi mentah. Sehingga nilai produk cukup rendah dibanding bila penjualan dilakukan dalam bentuk olahan.
”TNI Angkatan Laut tidak hanya berfokus pada pertahanan wilayah maritim, tetapi juga berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Melalui kolaborasi ini, kami mendorong masyarakat agar mampu mengolah potensi hasil laut dan kedelai secara mandiri dan berkelanjutan, sehingga dapat memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus ketahanan wilayah,” ujar Laksma Agung.
Oleh karena itu, pelatihan diberikan kepada masyarakat agar mampu menghasilkan produk olahan yang lebih berkualitas. Dengan begitu, mereka bisa melakukan penjualan dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Pelatihan mencakup pembekalan teori dan praktik, mulai dari demo masak, teknik pengolahan hasil laut, hingga pengembangan produk turunan kedelai sebagai alternatif sumber protein dan peluang usaha baru. Program ini juga turut mendukung upaya penanganan stunting melalui edukasi pangan bergizi berbasis bahan lokal.
“Kami mengapresiasi kolaborasi strategis bersama FKS Group dalam mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir. Sinergi ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi nasional, serta diharapkan dapat terus diperluas ke berbagai wilayah,” jelas Agung.
VP of ESG FKS Group Beatrice Susanto menambahkan, kolaborasi ini merupakan komitmen mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat. Khsususnya dalam membuat produk bernilai jual tinggi.
“Melalui FKS Empower, kami berfokus pada penguatan kapasitas UMKM agar mampu menciptakan produk bernilai tambah dan berdaya saing. Kolaborasi dengan TNI AL memungkinkan kami menjangkau masyarakat pesisir secara lebih luas dengan pelatihan yang aplikatif dan berdampak langsung,” ujar Beatrice.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
