
Julio, siswa Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 2 Surakarta. (Istimewa)
JawaPos.com - Nasib malang sebagai anak yatim tidak memadamkan semangat Julio untuk menata ulang hidupnya. Berkat doa tulus sang nenek dan kehadiran Sekolah Rakyat, bocah asal Surakarta ini kini punya kesempatan kedua untuk mengejar cita-citanya.
Julio dan neneknya, Welas, 74, selama ini bertahan hidup di sebuah rumah sederhana di Kampung Kedung Tungkul, Surakarta, Jawa Tengah. Demi menyambung hidup dan membiayai sang cucu, Welas rela berjualan sayur keliling setiap hari.
Perjalanan Julio tidaklah mudah. Kehilangan sosok ayah sejak usia satu tahun membuatnya tumbuh dalam keterbatasan. Tanpa pendampingan yang cukup, Julio sempat terjerumus ke pergaulan negatif.
Hari-harinya dulu akrab dengan kenakalan remaja, mulai dari aksi lempar batu hingga membawa senjata tajam. Puncaknya, ia terpaksa putus sekolah saat masih duduk di bangku kelas 3 SD. Kondisi ini sempat menjadi beban batin yang luar biasa bagi sang nenek.
Titik terang muncul saat Julio diterima di Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 2 Surakarta. Ini merupakan program pendidikan berasrama gratis yang diinisiasi oleh Presiden RI Prabowo Subianto khusus untuk anak-anak dari keluarga rentan dan miskin.
Di bawah naungan Kementerian Sosial, Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar calistung (baca, tulis, hitung), melainkan ruang aman untuk memulihkan karakter anak. Kini, Julio menjadi pribadi yang lebih disiplin dan tenang.
Perubahan paling nyata dirasakan langsung oleh Welas. Cucu yang dulunya sulit diatur, kini kembali menunjukkan kasih sayangnya. Kehidupan asrama ternyata berhasil melunakkan hati Julio.
"Sekarang dia lebih dekat. Bisa merangkul, menciumi saya. Katanya senang di sekolah," tutur Welas.
Kehadiran sekolah berasrama ini juga meringankan beban ekonomi Welas. Kebutuhan dasar Julio kini ditanggung oleh negara, sehingga Welas tidak lagi terbebani permintaan uang jajan harian yang dulu kerap memberatkannya.
Titipan Harapan di Masa Tua

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
