Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Juni 2026 | 13.41 WIB

Keluarga Tak Bisa Kontak Mama Sinta, Minta Bantuan LPSK-Komnas HAM untuk Pulangkan

Tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan dari Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend alias Mama Sinta (Antara/HO istimewa) - Image

Tokoh perempuan adat dan pejuang lingkungan dari Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend alias Mama Sinta (Antara/HO istimewa)

JawaPos.com - Keluarga aktivis lingkungan Yasinta Moiwend atau yang dikenal sebagai Mama Sinta mengaku kehilangan kontak dengan tokoh perempuan adat asal Merauke tersebut sejak akhir Mei 2026. Anak kandung Mama Sinta, dalam sebuah video yang beredar di media sosial, menyampaikan kekhawatiran atas keberadaan ibunya yang disebut tidak dapat dihubungi setelah diduga dibawa ke Jakarta.

Menurut keterangan keluarga, komunikasi terakhir dengan Mama Sinta terjadi pada Sabtu, 23 Mei 2026. Setelah itu, keluarga mengaku tidak lagi dapat menghubungi yang bersangkutan hingga menimbulkan kekhawatiran mengenai kondisi dan keberadaannya.

“Kami dari keluarga Mama Sinta mau klarifikasi tentang dugaan Mama mulai dari Hari Minggu tanggal 24 Mei 2026, kami kehilangan kontak dengan beliau. Setelah tanggal 23 hari Sabtu ketika video Mama Sinta Moiwend berkembang di media,” kata anak kandung Mama Sinta dalam keterangannya, Minggu (31/5).

Mama Sinta tidak bisa dihubungi keluarga sejak Minggu, 24 Mei 2026.

Ia menjelaskan, keluarga sempat berupaya membangun komunikasi setelah video tersebut beredar. Namun, sejak Minggu, 24 Mei 2026, Mama Sinta disebut tidak lagi berkomunikasi dengan keluarga.

Keluarga juga menyebut bahwa pada malam hari Minggu tersebut Mama Sinta tidak berada di rumahnya. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, ia bermalam di Pos TNI yang berada di Kampung Wogekel, Distrik Ilwayab.

Pihak keluarga menduga pada Senin, 25 Mei 2026, Mama Sinta dibawa keluar dari wilayah tersebut tanpa sepengetahuan anggota keluarga. Dugaan itu muncul setelah adanya informasi mengenai keberangkatan Mama Sinta bersama sejumlah pihak.

“Hari Senin tanggal 25, beliau bersama dengan (aparat militer) yang bertugas untuk mengamankan PSN di Kampung Wanam, dan juga (pejabat Distrik) saat ini yaitu (pejabat Distrik) ikut menyelundupkan Mama Sinta tanpa sepengetahuan keluarga,” tuturnya.

Mama Sinta terbang menggunakan pesawat ke Merauke.

Pihak keluarga mengaku menerima berbagai informasi terkait perjalanan Mama Sinta. Awalnya mereka menduga Mama Sinta diberangkatkan menggunakan kapal laut menuju Merauke, namun kemudian muncul informasi lain yang menyebutkan adanya rencana perjalanan menggunakan pesawat.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore