Keluarga dan rekan Aiptu Sumariyanto di RS Bhayangkara.(Rifqi/Kalteng Pos)
JawaPos.com - Suasana duka mendalam menyelimuti Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya pada Minggu (5/7). Isak tangis keluarga dan rekan sejawat pecah saat ambulans yang membawa jenazah Aiptu Sumariyanto tiba di halaman Gedung Pelayanan Terpadu setelah dievakuasi dari Kabupaten Katingan.
Almarhum gugur di garis depan saat menjalankan tugas negara dalam operasi penindakan bandar narkotika.
Dikutip dari Kalteng Pos (JawaPos Group), begitu pintu ambulans dibuka dan peti jenazah mulai diturunkan oleh personel kepolisian, pihak keluarga yang sudah menunggu sejak siang tidak mampu lagi membendung air mata.
Baca Juga: Dino Patti Djalal Soroti Ketidakhadiran Delegasi Pemerintah RI pada Pemakaman Ayatollah Khamenei
Isak pilu yang paling menyayat hati datang dari anak almarhum. Suaranya yang terus merintih memanggil sang ayah menggema di sepanjang lorong gedung, membuat suasana kian mengharu biru di tengah pelukan saling menguatkan antaranggota keluarga.
Tidak hanya keluarga, sejumlah personel Polri yang turut mengawal kepulangan jenazah juga tampak berdiri dengan wajah tertunduk. Beberapa di antaranya berulang kali menyeka air mata, memberikan penghormatan terakhir kepada rekan sejawat yang tewas dalam tugas.
Sosok Polisi Berdedikasi dan Berjiwa Sosial Tinggi
Kepergian Aiptu Sumariyanto menyisakan duka yang mendalam bagi korps Korps Bhayangkara. Rekan satu angkatan almarhum, AKP Miftah Khoiri, mengungkapkan rasa kehilangan yang luar biasa atas berpulangnya sahabat yang dikenal sangat berdedikasi tersebut.
"Kami dari Polda Kalimantan Tengah merasa kehilangan rekan kami. Kami berharap semoga beliau diterima di sisi Allah SWT. Kami semua rekan-rekannya merasa sangat berduka dan kehilangan, karena beliau termasuk rekan yang sangat baik," ujar Miftah dengan mata berkaca-kaca.
Menurut Miftah, selama masa dinasnya, Aiptu Sumariyanto dikenal sebagai personel yang memiliki rekam jejak bersih tanpa masalah. Almarhum selalu menunjukkan loyalitas tinggi dalam setiap penugasan yang diberikan instansi.
Dikenal Rendah Hati dan Dekat dengan Masyarakat
Lebih lanjut, Miftah mengenang almarhum sebagai pribadi yang rendah hati, supel, dan sangat menghormati sesama anggota maupun masyarakat luas. Semangat gotong royong selalu menjadi ciri khas almarhum dalam bekerja.
"Beliau orangnya baik, saling menghormati, mudah bergaul. Makanya ketika kami mendengar beliau menjadi salah satu korban, kami benar-benar merasa kehilangan. Banyak rekan-rekan yang sangat terpukul atas kepergian beliau," tambahnya.
Aiptu Sumariyanto kini telah tiada, namun dedikasi dan keberaniannya dalam memberantas peredaran narkotika di Kalimantan Tengah akan selalu dikenang. Seluruh keluarga besar Polda Kalteng memberikan penghormatan tertinggi bagi sang bhayangkara yang setia mengabdi hingga napas terakhirnya.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
