
Ilustrasi air bersih. (Pinterest)
JawaPos.com - Akses terhadap air bersih masih menjadi persoalan di berbagai wilayah di Indonesia. Keterbatasan infrastruktur dan sumber air yang layak membuat sebagian masyarakat masih menghadapi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan air minum dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di Sukabumi.
Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga memengaruhi produktivitas dan aktivitas ekonomi warga. Karena itu, penyediaan sarana air bersih yang disertai pengelolaan berkelanjutan dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.
Salah satu upaya tersebut dilakukan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Poul Due Jensen Foundation (Grundfos Foundation) bersama Yayasan Wafaa Indonesia meresmikan fasilitas air bersih dan air minum di Desa Padabeunghar, Kecamatan Jampang Tengah, serta Kampung Gunung Geulis, Kecamatan Cisolok, Rabu (15/7).
Baca Juga:17 Desa di Jombang Belum Punya Lahan untuk Bangun Kopdes Merah Putih, Aset Pemkab Tak Bisa Dipakai
Program ini ditujukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap air bersih yang aman sekaligus mendukung pengelolaan yang berkelanjutan. Inisiatif tersebut juga sejalan dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek kesehatan, air bersih dan sanitasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Country Director Grundfos Indonesia Callum Peck mengatakan, penyediaan fasilitas ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses air bersih dan air minum yang layak.
"Kami percaya bahwa akses terhadap air bersih adalah fondasi bagi kehidupan yang sehat dan produktif. Melalui kolaborasi dengan Wafaa Indonesia, kami berharap fasilitas ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus memperkuat kapasitas mereka untuk mengelolanya secara mandiri," ujar Callum Peck.
Selain menghadirkan sarana air bersih, program tersebut juga dibarengi dengan upaya pemberdayaan masyarakat. Yayasan Wafaa Indonesia memberikan pelatihan kepada warga mengenai cara mengoperasikan dan merawat fasilitas agar dapat terus dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang.
Program ini juga mencakup pelatihan kewirausahaan bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi dari pengelolaan produksi air minum. Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar warga terhadap air bersih, tetapi juga membuka peluang usaha yang dapat meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Kolaborasi antara lembaga filantropi dan organisasi kemanusiaan ini diharapkan dapat menjadi salah satu model dalam memperluas akses air bersih di berbagai daerah yang masih menghadapi keterbatasan layanan serupa.

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
