Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Juli 2026 | 20.36 WIB

Luka Lebam Ditemukan pada Tubuh Dokter PPDS Unri yang Tewas di Dekat RSUD Tengku Rafian Siak, Polisi Duga Gigitan Serangga

Ilustrasi jenazah. (JawaPos) - Image

Ilustrasi jenazah. (JawaPos)

JawaPos.com - Polisi mengungkap hasil sementara autopsi terhadap dokter Peserta Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Riau (Unri), Alex Christo Loris, yang ditemukan meninggal dunia di semak belukar dekat RSUD Tengku Rafian Siak. Dari pemeriksaan tersebut ditemukan sejumlah luka lebam di tubuh korban yang sementara diduga merupakan bekas gigitan serangga.

Namun begitu, Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Riau AKBP Rudi Samosir mengatakan, hasil autopsi lengkap masih belum dapat disimpulkan karena tim forensik masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang diperkirakan selesai dalam waktu sekitar dua pekan.

"Di dalam autopsi ditemukan adanya sejenis luka hitam atau lebam. Namun hasil autopsi secara lengkap masih menunggu sekitar dua minggu sesuai informasi dari Kabid Dokkes," kata Rudi seperti dikutip dari Riau Pos (Jawa Pos Grup), Kamis (16/7).

Rudi menjelaskan, luka lebam ditemukan di beberapa bagian tubuh korban, yakni lengan kiri, dada, dan punggung. Meski demikian, polisi belum dapat memastikan apakah luka tersebut berkaitan dengan tindak kekerasan.

Berdasarkan koordinasi dengan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bid Dokkes) Polda Riau, ia mengatakan bahwa bercak hitam atau lebam tersebut sementara diduga merupakan bekas gigitan serangga. Selain itu, hasil pemeriksaan juga tidak menemukan adanya obat-obatan keras di tubuh korban.

"Sampai saat ini tidak ditemukan obat-obatan keras. Sementara lebam atau titik hitam yang ditemukan diperkirakan akibat gigitan serangga," jelasnya.

Autopsi terhadap jenazah dokter PPDS Anestesi tersebut dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau pada Selasa (14/7), mulai pukul 15.00 WIB hingga sekitar pukul 23.30 WIB.

Dari hasil pemeriksaan awal, tim forensik memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar 12 hingga 24 jam sebelum jasadnya ditemukan.

"Perkiraan sementara dari hasil informasi Kabid Dokkes, korban diperkirakan meninggal sekitar 12 jam sampai 24 jam," kata Rudi.

Meski telah memperoleh hasil sementara autopsi, polisi menegaskan penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik secara menyeluruh. Penyidik belum dapat menyimpulkan apakah korban meninggal akibat tindak pidana, kecelakaan, atau penyebab lainnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore