Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Juli 2026 | 20.32 WIB

Panas Ekstrem Melanda, Biaya Kesehatan Mandiri Masyarakat Indonesia Melonjak 207 Persen

Ilustrasi cuaca panas ekstrem. (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi cuaca panas ekstrem. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Lonjakan suhu akibat panas ekstrem (heat stress) mulai berdampak pada meningkatnya beban biaya kesehatan pekerja di Indonesia. Pengeluaran kesehatan yang ditanggung langsung oleh masyarakat atau out-of-pocket expenditure (OOP) tercatat melonjak hingga 207 persen dibandingkan tahun 2000.

Berdasarkan data terbaru, pengeluaran kesehatan per kapita yang dibayar langsung dari kantong pribadi mencapai USD 129 berdasarkan purchasing power parity (PPP) per tahun pada 2023.

Menurut laporan Global yang berjudul “Heat, health and increasing cost of living: A call for action” mengungkapkan, pangsa pengeluaran OOP di Indonesia sebesar 31 persen, sementara 69 persen sisanya ditanggung oleh belanja sistem kesehatan masyarakat.

Direktur Eksekutif Adelphi Global, Dennis Tänzler, mengatakan hal tersebut mengindikasikan masyarakat tetap membayar lebih banyak secara nominal setiap tahun untuk perawatan kesehatan.

Menurutnya, jika pemerintah tidak berhenti membakar bahan bakar fosil, konsekuensi kesehatan dan ekonomi dari perubahan iklim akan terus memburuk. Untuk itu, pemerintah perlu menutup kesenjangan antara perencanaan adaptasi dan tindakan nyata bagi pekerja dan rumah tangga yang paling terpapar panas.

“Ini membutuhkan segitiga tata kelola baru yang terdiri dari kebijakan iklim, kesehatan, dan ketenagakerjaan yang menempatkan perlindungan individu dan keluarga sebagai pusatnya,” ujar Dennis dalam keterangan yang diterima, Kamis (16/7).

Dennis mengatakan, Sebagian besar wilayah Jawa dan Sumatra masuk dalam kategori risiko panas sedang hingga tinggi berdasarkan skenario iklim, dengan jumlah hari bersuhu di atas 30 derajat Celsius yang diproyeksikan berkisar antara 145 hingga 194 hari per tahun.

“Dengan proyeksi peningkatan frekuensi dan intensitas gelombang panas di masa mendatang, kebutuhan perawatan kesehatan akibat penyakit terkait panas, seperti sengatan panas, gangguan ginjal, dan penyakit kardiovaskular, diprediksi ikut melonjak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini lebih dari dua pertiga penduduk Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan domestik dengan pendapatan hanya USD 8,30 per hari. Kondisi ini menjadikan mereka sangat rentan terhadap guncangan finansial akibat biaya berobat yang harus ditanggung sendiri.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore