
Kemendes PDT bersama IFAD dan Kitong Bisa Foundation laksanakan pelatihan kewirausahaan dan literasi keuangan bagi 1.700 rumah tangga di Papua. (Istimewa)
JawaPos.com - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD) dan Kitong Bisa Foundation melaksanakan pelatihan kewirausahaan dan literasi keuangan bagi 1.700 rumah tangga di 79 kampung di Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, dan Kepulauan Yapen; Provinsi Papua.
Kegiatan dilaksanakan melalui program TEKAD PBRT atau Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu, Perencanaan Berbasis Rumah Tangga. Program ini tidak hanya memberikan pembekalan mengenai pengelolaan keuangan keluarga dan kewirausahaan, tetapi juga menyediakan dukungan permodalan usaha kepada masyarakat penerima manfaat.
Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Billy Mambrasar turut turun ke kampung-kampung bersama para fasilitator Kitong Bisa Foundation memberi pelatihan kepada masyarakat. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan keluarga dalam merencanakan keuangan, mengembangkan usaha produktif, meningkatkan pendapatan, serta membangun ketahanan ekonomi rumah tangga.
Billy menjelaskan, berbagai konsep ekonomi yang kompleks harus disampaikan dengan bahasa sederhana agar dapat dipahami dan diterapkan masyarakat di tingkat kampung.
”Sebagai seorang ekonom, tugas saya adalah membahasakan teori dan prinsip ekonomi yang sulit menjadi pengetahuan yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat. Keluarga-keluarga di Papua perlu mengetahui cara mengatur pendapatan, membedakan kebutuhan dan keinginan, menyisihkan uang untuk ditabung, serta menyiapkan biaya pendidikan anak dan kebutuhan keluarga pada masa depan,” ujar Billy.
Menurut dia, literasi keuangan merupakan salah satu fondasi penting dalam upaya mengurangi kemiskinan. Pemberian modal tanpa disertai kemampuan mengelola keuangan berisiko tidak menghasilkan perubahan yang berkelanjutan. Dukungan permodalan dalam program TEKAD PBRT dibersamai dengan pelatihan kewirausahaan, penyusunan rencana ekonomi keluarga, dan pendampingan oleh para fasilitator.
”Tujuannya bukan hanya memberikan bantuan untuk kebutuhan sesaat, tetapi membangun kemampuan keluarga agar dapat mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, dan menjadi lebih mandiri secara ekonomi,” kata Billy.
Untuk menjangkau 79 kampung tersebut, Billy dan para fasilitator Kitong Bisa Foundation harus menempuh perjalanan selama berjam-jam. Sebagian lokasi dijangkau melalui jalur darat menggunakan kendaraan, sementara kampung-kampung lain, khususnya di wilayah kepulauan, harus dicapai menggunakan transportasi laut.
Pelatihan program TEKAD PBRT dilaksanakan secara interaktif dengan melibatkan masyarakat dalam diskusi, simulasi pengelolaan keuangan, penyusunan rencana usaha, dan identifikasi potensi ekonomi keluarga. Para peserta juga didorong untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha maupun mengatur pendapatan rumah tangga.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
