
Ilustrasi pentingnya akses kesehatan yang merata bagi masyarakat. (Econlib)
JawaPos.com - Keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas masih menjadi tantangan di sejumlah daerah. Di tengah kondisi itu, Samarinda mendapat tambahan fasilitas kesehatan dengan layanan spesialis dan penunjang medis yang lebih beragam.
Salah satu layanan yang menjadi perhatian adalah bedah minimal invasif atau Minimal Invasive Surgery (MIS). Teknik ini menggunakan sayatan yang lebih kecil dibandingkan operasi konvensional sehingga pada kasus tertentu dapat membantu mengurangi nyeri setelah operasi, mempercepat pemulihan, dan mempersingkat masa rawat.
Di Samarinda, layanan tersebut kini tersedia di RS Primecare Samarinda yang mulai beroperasi setelah diresmikan Wali Kota Samarinda Andi Harun pada Sabtu (8/8).
Direktur RS Primecare Samarinda Boy Eduard Richard Wajong mengatakan, layanan MIS menjadi salah satu fokus karena dapat menangani berbagai kondisi dengan pendekatan bedah yang lebih minimal invasif.
“Rumah Sakit Primecare Samarinda dilengkapi dengan sejumlah fasilitas penunjang, di antaranya Instalasi Gawat Darurat (IGD), Labour Delivery Room, NICU, PICU, HCU, hingga ICU Isolasi. Salah satu layanan unggulan yang menjadi fokus kami adalah Minimal Invasive Surgery (MIS), yaitu teknik bedah dengan sayatan minimal yang bertujuan mempercepat proses pemulihan pasien, mengurangi rasa nyeri pasca operasi, serta memperpendek lama rawat inap,” kata Boy melalui keterangannya.
Layanan tersebut mencakup sejumlah tindakan, antara lain bedah digestif, bedah urologi, bedah ortopedi, laparoskopi, endoskopi, Percutaneous Nephrolithotomy (PCNL), serta Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS).
Persoalan akses kesehatan di daerah tidak hanya berkaitan dengan keberadaan rumah sakit, tetapi juga ketersediaan dokter spesialis dan fasilitas yang dapat mendukung diagnosis serta penanganan pasien.
RS Primecare Samarinda menyebut saat ini menyediakan layanan dari 16 bidang spesialis. Cakupannya meliputi penyakit dalam, anak, ortopedi dan traumatologi, bedah digestif, bedah umum, urologi, obgyn, kulit dan kelamin, saraf, paru, mata, THT, jantung dan pembuluh darah, radiologi, rehabilitasi medik, serta gizi klinik.
Ketersediaan layanan tersebut menjadi relevan bagi masyarakat Samarinda dan wilayah sekitarnya karena kebutuhan penanganan medis tidak selalu dapat diselesaikan di layanan kesehatan tingkat dasar.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022