
Petugas BKSDA Sumbar mengevakuasi Harimau Sumatera di Wilayah Agam pada Rabu (12/8). (BKSDA Sumbar)
JawaPos.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) tengah mencari tahu penyebab meningkatnya konflik antara Harimau Sumatera dengan masyarakat belakangan ini. Berdasar catatan, peningkatan terjadi pasca bencana alam banjir bandang melanda akhir tahun lalu.
Kepala BKSDA Sumbar Hartono saat diwawancarai oleh JawaPos.com. Dia menyampaikan bahwa konflik atau interaksi negatif Harimau Sumatera dengan masyarakat di Sumbar sudah dalam kategori sangat tinggi. Untuk itu, pihaknya melakukan pendalaman.
”Setelah bencana tahun 2025 di bulan November, itu interaksi negatif sangat-sangat luar biasa,” kata dia.
Hartono belum bisa memastikan penyebab meningkatnya konflik atau interaksi negatif tersebut. Namun, ada dugaan terjadi perubahan pada koridor satwa dilindungi tersebut. Perubahan itu bisa saja terjadi pasca bencana yang memporak-poranda beberapa daerah di Sumatera.
”Apakah karena koridor daripada satwa ini terputus atau mungkin sumber kelimpahan satwa mangsa di dalam kawasan itu sudah tidak mencukupi atau seperti apa,” ujarnya.
Pertanyaan tersebut, lanjut Hartono, bakal dijawab melalui pendalaman yang akan dilakukan oleh BKSDA Sumbar bersama instansi terkait lainnya. Dia memastikan bakal dilakukan kajian secara menyeluruh untuk melihat lebih dalam persoalan di balik meningkatnya interaksi negatif antara Harimau Sumatera dengan masyarakat.
”Dimana interaksi negatif Harimau Sumatera ini yang sangat-sangat luar biasa. Terutama di kecamatan Palupuh dan sekitarnya, landscape Palupuh ini memang pasca bencana sangat luar biasa. Tidak pernah berhenti terkait dengan kemunculan Harimau Sumatera di lokasi tersebut,” terang dia.
BKSDA Sumbar memang tidak menyebutkan secara terperinci peningkatan interaksi negatif tersebut dalam angka. Namun, dari hasil monitoring di lapangan serta laporan dari masyarakat, interaksi itu sangat tinggi bila dibandingkan dengan sebelumnya.
”Kami tidak perlu menyebutkan berapa jumlah (interaksi negatif nya). Tentunya ini SOP kami agar tujuannya adalah tetap menjaga keberadaan satwa itu aman dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tegas Hartono.
Selain melakukan pendalaman, BKSDA Sumbar memastikan akan turut melakukan evaluasi. Tujuannya untuk memastikan habitat Harimau Sumatera di daerah mereka tetap terjaga. Sehingga upaya melindungi salah satu satwa liar yang terancam punah itu berjalan optimal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022