Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23.04 WIB

Tebing Longsor Tutup Jalan Nasional usai Gempa NTT, Kementerian PU Kerahkan Alat Berat

Para prajurit TNI bersama petugas dari instansi lain membantu korban terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di NTT pada Rabu (15/8). (TNI) - Image

Para prajurit TNI bersama petugas dari instansi lain membantu korban terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di NTT pada Rabu (15/8). (TNI)

JawaPos.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) siagakan personel dan alat berat untuk membersihkan jalan nasional yang tertutup longsor akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8) pagi waktu setempat.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menginstruksikan jajaran balai di wilayah NTT untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memberikan dukungan penuh dalam penanganan pascabencana.

"Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan," ujar Dody dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (15/8).

Dody mengatakan, kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Ditjen Bina Marga telah berada di lapangan untuk melakukan pemantauan dan identifikasi kondisi infrastruktur secara bertahap karena masih terdapat potensi gempa susulan.

Dari hasil pemantauan awal, ditemukan sejumlah longsoran tebing yang menutup badan jalan nasional, di antaranya ruas Malwatar - Bts Kota Ruteng, Ruteng - Km 210, Ruteng - Reo - Kedindi, Km 210 - Bts. Kab, Manggarai, Gako - Aigela - Bts, Kota Ende, Danga - Maropokot, Kota Ende - Wolowaru dan Wolowaru - Maumere.

Untuk menjaga konektivitas dan memastikan ruas jalan tetap dapat difungsikan, Kementerian PU telah mengerahkan alat berat ke sejumlah lokasi terdampak. Pada wilayah kerja PPK 3.3, satu unit loader telah bergerak menuju lokasi. Di wilayah PPK 3.4, satu unit excavator juga telah dikerahkan untuk menangani material longsoran.

Sementara itu, pada wilayah PPK 4.1, dua unit loader telah menuju lokasi dan satu unit excavator disiagakan di Ende. Peralatan tersebut digunakan untuk mempercepat pembersihan material longsoran yang menutup atau mengganggu badan jalan sehingga akses masyarakat dan mobilitas penanganan bencana tetap terjaga.

Kepala BPJN NTT Janto menyampaikan, untuk sementara tim di lapangan masih memprioritaskan pembersihan material longsoran pada badan jalan.

“Pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jembatan dan seluruh ruas jalan nasional belum dapat dilakukan karena petugas masih mempertimbangkan faktor keselamatan di tengah kemungkinan terjadinya gempa susulan,” ujar Janto.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore