Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 31 Agustus 2026 | 00.01 WIB

Pemilihan AHWA Muktamar NU Dinilai Berbelit, Rais Syuriah Garut Khawatir Potensi Kecurangan

Rais Syuriah PCNU Kabupaten Garut, KH Amin Muhyiddin Maolani menilai proses pemilihan AHWA Muktamar NU berbelit san berpotensi menimbulkan kecurangan. (NU Online Jabar) - Image

Rais Syuriah PCNU Kabupaten Garut, KH Amin Muhyiddin Maolani menilai proses pemilihan AHWA Muktamar NU berbelit san berpotensi menimbulkan kecurangan. (NU Online Jabar)

JawaPos.com - Mekanisme pemilihan sembilan nama calon anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), mendapat respons pro dan kontra dari kalangan ulama.

Salah satunya Rais Syuriah PCNU Kabupaten Garut, KH Amin Muhyiddin Maolani. Menurutnya, mekanisme yang mengharuskan peserta menulis 9 nama calon AHWA dan dimasukkan ke kotak berpotensi menimbulkan kecurangan.

’’Di registrasi, peserta diminta menyerahkan 9 nama calon AHWA secara tertulis, kemudian dimasukkan dalam kotak. Memang kotaknya dikunci, tetapi kita kan tidak tahu kuncinya dipegang siapa?’’ katanya, Minggu (30/8).

Ia menilai mekanisme tersebut perlu menjadi perhatian agar proses pemilihan berlangsung transparan, terbuka, dan mampu memberikan rasa percaya kepada seluruh peserta Muktamar terhadap hasil yang ditetapkan.

’’Makanya, tetap ada kemungkinan-kemungkinan kecurangan yang bisa terjadi dalam proses memasukkan nama ke dalam kotak,’ imbuhnya.

KH Amin menilai mekanisme pemilihan AHWA dapat dibuat lebih sederhana, yakni peserta menuliskan sembilan nama calon dalam pleno, lalu menyerahkannya kepada panitia untuk dihitung secara terbuka.

’’Sebenarnya apa susahnya kalau pada waktunya, dalam rapat pleno, kita menulis sembilan nama ulama calon anggota AHWA, kemudian langsung diberikan kepada panitia? Itu sebenarnya sederhana,’’ tanyanya.

Mekanisme tersebut dialami sendiri oleh Kiai Amin. Ia mengaku harus melalui proses pemilihan AHWA yang dinilainya cukup panjang dan berbelit sejak kedatangannya bersama rombongan peserta.

Awalnya, Kiai Amin datang bersama rombongan dan turut mengawal dua bus peserta. Namun, sebagian rombongan tiba lebih dahulu sehingga ia harus menunggu peserta lainnya sebelum proses pemilihan berlangsung.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore