Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 September 2026 | 20.44 WIB

Dari Tuntutan ke Keunggulan Kompetitif, Sustainability Makin Penting bagi Bisnis

Ilustrasi bisnis. - Image

Ilustrasi bisnis.

 

JawaPos.com Sustainability, atau keberlanjutan, kini tak lagi sekadar tuntutan lingkungan dan tanggung jawab sosial, tetapi mulai menjadi bagian dari strategi bisnis untuk meningkatkan efisiensi, menciptakan nilai, dan memperkuat daya saing perusahaan.

Hal itu mengemuka dalam Executive Talkshow Sustainability Is Business: From Urgency to Competitive Advantage yang digelar PPM School of Management di Jakarta, Kamis (3/9). Forum tersebut membahas sustainability dari perspektif pemerintah, korporasi, dan akademisi, termasuk transisi energi, transformasi industri, efisiensi, hingga kepemimpinan.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Yuliot Tanjung mengatakan pengembangan energi baru terbarukan menjadi salah satu isu besar yang harus dihadapi Indonesia. Menurutnya, perusahaan perlu menempatkan sustainability sebagai bagian dari tujuan bisnis.

“Grand issue negara adalah energi baru terbarukan. Dalam korporasi, perannya adalah menjadikan sustainability sebagai tujuan mereka. Perusahaan beroperasi menuju profit, people, planet,” ujar Yuliot.

Dari sisi korporasi, Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Pertamina New & Renewable Energy Harsono Budi mengatakan implementasi sustainability membutuhkan perubahan dalam pengelolaan investasi, pengukuran dampak, dan organisasi. Sustainability, menurutnya, perlu diterjemahkan ke dalam proses transformasi perusahaan agar memberikan manfaat nyata bagi bisnis.

Sementara itu, VP Tatalogam Lestari Group of Companies Nicolas Bagus Setiabudi melihat sustainability memiliki kaitan langsung dengan efisiensi. Penerapan prinsip keberlanjutan yang dilakukan secara menyeluruh, menurutnya, dapat bermuara pada program penghematan sekaligus tetap memperhatikan dampaknya terhadap bottom line.

Dari perspektif akademisi, Assistant Professor in Management PPM School of Management Dr. Rike Penta Sitio menyoroti penerapan sustainability melalui ekonomi sirkular. Pendekatan tersebut dapat diintegrasikan secara bertahap ke dalam model bisnis, dengan mempertimbangkan nilai yang dirasakan konsumen dan dukungan ekosistem bisnis.

Meski arah sustainability semakin jelas, tantangan berikutnya adalah memastikan perusahaan memiliki sumber daya manusia yang mampu menerjemahkan prinsip keberlanjutan menjadi strategi dan keputusan bisnis.

Ketua Sekolah Tinggi Manajemen PPM Dr. Wendra mengatakan perusahaan tidak cukup hanya memahami urgensi sustainability, tetapi juga perlu membangun kemampuan internal untuk mengelolanya sebagai strategi organisasi.

“Urgensi berikutnya bagi perusahaan bukan hanya memahami pentingnya sustainability, tetapi bagaimana membangun kapabilitas internal dalam merencanakan dan mengelola adopsi sustainability sebagai sebuah strategi organisasi untuk daya saing,” ujar Wendra.

Editor: Banu Adikara
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore