Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 September 2026 | 18.20 WIB

Takut Tak Kebagian BBM, Warga di Makassar Antre di SPBU sejak Subuh

Situasi SPBU yang ditutup menunggu pasokan BBM dari Integrated Terminal Makassar (eks Terminal BBM) PT Pertamina Patra Niaga, di Jalan Aroepala (eks Letjen Hertasning) di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (10/9). (ANTARA/Darwin Fatir) - Image

Situasi SPBU yang ditutup menunggu pasokan BBM dari Integrated Terminal Makassar (eks Terminal BBM) PT Pertamina Patra Niaga, di Jalan Aroepala (eks Letjen Hertasning) di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (10/9). (ANTARA/Darwin Fatir)

JawaPos.com - Sejumlah warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan, rela mengantre sejak Kamis subuh.

Mereka menunggu pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan didistribusi PT Pertamina Patra Niaga pada sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), karena khawatir tidak kebagian bensin untuk digunakan beraktivitas.

"Saya memang sejak subuh rela menunggu antre bensin di SPBU Manggala, jangan sampai habis lagi. Antreannya sangat panjang," ucap Heru menuturkan usai berjuang mendapatkan bensin di SPBU Manggala, Makassar, Kamis. 
 
Dari pantauan lain di dua SPBU Jalan Letnan Jenderal Hertasning dan Aroepala (eks Letjen Hertasning) sejak pagi buta, sudah terlihat masyarakat berkumpul menunggu pasokan BBM. Mereka menunggu tanpa kejelasan ketersediaan bahan bakar itu. 

"Bensinnya sudah habis. Belum masuk (jatah BBM) pak, katanya sementara pengiriman. Memang sudah pesan sejak kemarin, tapi belum datang, belum tahu kapan masuk. Sekarang bisa dicek di aplikasi, tapi belum ada respons dari Pertamina," tutur Wawan, pegawai SPBU nomor 74.902.50 Jalan Aroepala.  

Ia juga menunjukkan aplikasi alur distribusi stok BBM yang dipasok dari Integrated Terminal Makassar (eks Terminal BBM) di Jalan Nusantara. Terlihat belum ada tanda-tanda pengiriman waktunya. "SPBU hanya menjual BBM pak, kami tidak tahu kapan datang (pasokannya)," ucapnya singkat. 

Sementara itu, sejumlah SPBU di beberapa tempat dijaga aparat kepolisian serta petugas Dinas Perhubungan. Mereka mengatur kendaraan roda empat yang sudah parkir di badan jalan sejak malam untuk antre lebih pagi. Antreannya sangat panjang hingga menimbulkan kemacetan parah. 

"Sampai kapan begini terus, masyarakat terus-terus kesulitan bahan bakar. Bukan hanya bensin subsidi yang antre, BBM non subsidi juga sama. Pertamina harus menjelaskan permasalahan sebenarnya kepada publik," tutur Usman pria paruh baya berprofesi sebagai supir itu.  

Selain BBM bersubsidi sulit diperoleh dan harus berjuang antre mendapatkannya, begitu pun BBM non subsidi kehabisan di SPBU membuat kondisi ketahanan energi ini menjadi sangat memprihatinkan. Tidak hanya di SPBU, ironisnya, Pom mini tak resmi juga terlihat antrean padat pembeli bensin. 

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore