
Warga berjalan di dekat rumah yang rusak akibat gempa bumi di kawasan Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym)
JawaPos.com — Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN berkolaborasi lintas sektor untuk memperbaiki sanitasi dalam rangka mengentaskan stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang saat ini prevalensinya masih 37 persen, dikutip dari ANTARA.
Pascagempa pada 15 Agustus 2026 yang berdasarkan data Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB) mengakibatkan 94 korban meninggal dunia di pengungsian per hari ini, Kemendukbangga/BKKBN berkolaborasi dengan Kitabisa terus berupaya memastikan kondisi ibu hamil, ibu menyusui, balita, anak-anak, perempuan, dan para korban mendapatkan gizi yang cukup serta kebersihan sanitasi.
"Salah satunya (bantuan) ada rumah, air bersih, kemudian juga ada mandi, cuci, kakus (MCK). Jadi, penyebab (stunting) itu nanti yang akan kita kerjakan di sana dan memang menjadi prioritas kita," kata Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji di Jakarta, Kamis.
Ia menegaskan, sebelum ada gempa Kemendukbangga/BKKBN juga telah berkolaborasi dengan berbagai pihak di NTT dalam rangka menurunkan prevalensi stunting.
"Sebelum ada gempa pun, kita sudah bekerja sama dengan kampus-kampus juga dan lebih konkretnya tentu tambah baik, dan semoga nanti semakin cepat untuk bisa kita bantu di sana," ujar dia.
Wihaji menjelaskan, sebelum mengintervensi keluarga berisiko stunting, penting untuk mengetahui penyebab utama atau faktor yang memengaruhi terjadinya kondisi tersebut pada anak.
"Yang paling penting adalah sebabnya apa. Untuk menyelesaikan masalah, itu sebabnya kita selesaikan dulu. Kalau sebabnya air bersih, kita bantu air bersih, kalau sebabnya edukasi, kita edukasi, kalau sebabnya asupan gizi, kita asupan gizi, tentu dari sebab itu kita pilih dan kerjakan yang bisa kita kerjakan," paparnya.
Sementara itu, bantuan dari banyak pihak masih terus mengalir untuk para korban terdampak gempa. PT Patra Jasa menyalurkan bantuan dan melibatkan pekerjanya sebagai relawan di wilayah terdampak. Dukungan mencakup kebutuhan pendidikan, bantuan kebutuhan sehari-hari, serta kegiatan kemanusiaan bagi masyarakat dan anak-anak.
Dukungan pendidikan dilakukan melalui bantuan perlengkapan dan fasilitas pembelajaran untuk Ruang Kelas Baru (RKB) PAUD di Pulau Mules, termasuk meja, kursi, dan papan tulis.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022