
ILUSTRASI: Pekerja memakai payung saat hujan mengguyur kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Seluruh wilayah Jawa Timur saat ini dilaporkan telah sepenuhnya memasuki puncak musim kemarau dan mengalami kondisi tanpa hujan selama berbulan-bulan.
Kondisi cuaca kering ini di antaranya dipicu fenomena atmosfer El Nino dengan kategori sangat kuat yang sedang berlangsung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi El Nino kuat ini akan bertahan hingga awal Februari 2026.
"Kalau kemarin puncak musim kemarau diprediksi antara Agustus hingga September. Iya, jadi memang kita sedang berada di puncak musim kemarau," kata Staf Analisa dan Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Timur, Firda Amalia Maslakah kepada JawaPos.com, Selasa (22/9).
Baca Juga:Ramalan Karier Zodiak Sagittarius Selasa, 22 September 2026: Wujudkan Ambisi dengan Strategi
Firda menyampaikan, intensitas curah hujan di Jawa Timur diprediksi masih berada pada kategori rendah hingga November mendatang.
"Kondisi cuacanya cukup kering, dan juga untuk beberapa waktu ke depan memang curah hujannya hingga November itu dari prediksi kami memang kategorinya rendah," ungkap Firda.
Ia memprakirakan, intensitas curah hujan pada Oktober masih sangat minim, yakni hanya berkisar antara 0 hingga 50 milimeter per bulan. Memasuki November, potensi curah hujan diperkirakan mulai mengalami peningkatan berangsur ke rentang 51 hingga 100 milimeter per bulan.
Peningkatan curah hujan yang lebih signifikan di Jawa Timur diprediksi baru akan terjadi saat memasuki Desember 2026
"Nah, untuk bulan Desember itu mulai banyak hujannya. Kategorinya kalau di kami itu kategori menengah hingga tinggi, yaitu sampai 300 milimeter per bulan," jelas Firda.
Meski berada dalam periode musim kemarau, Firda menyebut potensi hujan masih bisa terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur. Hujan di tengah musim kemarau tersebut umumnya dipicu oleh faktor skala lokal maupun skala regional.
Faktor lokal tersebut antara lain kondisi geografis daerah pegunungan serta kelembapan udara yang cukup tinggi. Sementara faktor regional yang dapat memicu hujan meliputi adanya gangguan gelombang Rossby atau Madden-Julian Oscillation (MJO).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022