
Kabupaten Malang dilaporkan sudah menerapkan skema baru Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan model prasmanan sejak Senin lalu (5/10) hingga saat ini, Jumat (9/10)/(Radar Malang)
JawaPos.com - Kabupaten Malang dilaporkan sudah menerapkan skema baru Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan model prasmanan sejak Senin lalu (5/10) hingga saat ini, Jumat (9/10). Hasilnya ditemukan sejumlah kekurangan, yakni efisiensi waktu pelayanan.
Dilansir Radar Malang (Jawa Pos Group), dalam uji coba skema baru di SMPN 1 Kepanjen, terdapat jeda alias waktu terbuang 1 jam 6 menit. Makanan yang tiba pukul 09.22, baru bisa disajikan pukul 10.28.
Pilot project yang diterapkan di SMPN 1 Kepanjen berlangsung selama dua pekan. Kabupaten Malang menjadi satu dari dua daerah di bawah koordinasi Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Jember yang mendapat kesempatan menguji sistem prasmanan. Daerah lainnya yakni Kabupaten Ngawi.
Pada hari pertama, layanan melibatkan SPPG Jatirejoyoso 3 Kepanjen untuk 63 siswa kelas 8. Makanan selesai dimasak pukul 08.10, kemudian diberangkatkan dari SPPG pukul 09.15 dan tiba di sekolah pukul 09.22.
Sedangkan dari sisi keamanan pangan, hasil uji organoleptik dinyatakan layak. Kepatuhan penggunaan APD oleh siswa juga tercatat 100 persen. Sementara itu, food waste pada pelaksanaan perdana tercatat 3,36 kilogram. Angka tersebut akan menjadi salah satu indikator yang perlu dipantau selama masa uji coba untuk melihat apakah sistem prasmanan benar-benar mampu menekan makanan tersisa.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang Mahila Surya Dewi mengatakan, sistem prasmanan memang memberikan keleluasaan kepada siswa dalam memilih makanan. Namun, pilihan tersebut tetap harus dikendalikan agar tidak membuat asupan gizi anak justru tidak sesuai standar.
“Jangan sampai fleksibilitas dalam memilih makanan justru menyebabkan komposisi gizi yang diterima anak tidak sesuai standar, terutama apabila anak hanya memilih makanan yang disukai dan meninggalkan komponen makanan lainnya,” ujarnya.
Menurut Mahila, evaluasi tidak cukup hanya melihat tingkat kepuasan penerima manfaat. Keamanan pangan, kecukupan gizi, pengaturan porsi, food waste, hingga kemampuan SPPG dan sekolah mengelola pelayanan juga harus diukur.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022