Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Oktober 2026 | 18.26 WIB

ISPA di Banjarbaru Kalsel Melonjak 50 Persen Imbas Karhutla, Tembus 198.106 Kasus

Kabupaten Tabalong, Kalsel, tertutup kabut asap pada Minggu (11/10). Berdasarkan catatan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), Tabalong masuk kategori berbahaya. (Istimewa) - Image

Kabupaten Tabalong, Kalsel, tertutup kabut asap pada Minggu (11/10). Berdasarkan catatan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), Tabalong masuk kategori berbahaya. (Istimewa)

JawaPos.com - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan melonjak hingga 50 persen di tengah kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang belum tuntas hingga kini.

Akumulasi data sistem pencatatan terpadu periode Januari hingga September mencatat, jumlah kasus ISPA pada kelompok usia di atas lima tahun telah menembus angka 198.106 kasus. 

dengan jumlah penduduk sebanyak 285.546 jiwa (2024), artinya 2 dari tiga warga Banjarbaru pernah terkena ISPA sepanjang tahun ini, atau sebagian warga sudah terkena kasus ISPA berulang. 

Kombinasi paparan asap karhutla dan fenomena cuaca pancaroba memicu tingginya keluhan batuk, pilek, hingga sesak napas pada pasien yang datang ke fasilitas kesehatan setempat.

Tren kenaikan kasus tersebut terus berlanjut hingga awal Oktober, seiring meningkatnya karhutla di Kalsel beberapa waktu belakangan. 

“Pasien bertambah, apalagi sekarang ada influenza dan penyakit lainnya. Penularannya tergolong cepat karena kesadaran warga dalam memakai masker masih rendah," kata Kepala Puskesmas Liang Anggang dr. Nani Andriani, dilansir dari Radar Banjarmasin (Jawa Pos Grup), Selasa (13/10).

"Banyak warga yang sedang batuk atau pilek masih enggan mengenakan masker," klaimnya.

Berdasarkan data rekapitulasi harian per 6 Oktober, dr. Nani menerangkan bahwa penderita ISPA yang tercatat di Puskesmasnya saja tersebar di berbagai kelompok umur. 

Tercatat lima pasien bayi usia 0–11 bulan, 21 pasien balita usia 1–5 tahun, dan 22 pasien anak usia 5–9 tahun.

Selanjutnya, kelompok usia 10–18 tahun sebanyak 13 pasien, serta kelompok usia produktif 19–59 tahun menjadi yang terbanyak dengan 39 pasien. Petugas medis juga mendeteksi satu kasus pneumonia.

Editor: Bayu Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore