Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Oktober 2026 | 17.05 WIB

Bantu Anak-Anak Terdampak Karhutla, PKB Hadirkan Rumah Bebas Asap untuk Pesantren di Pekanbaru

Rumah Bebas Asap di Pondok Pesantren Dar El Hikmah, Pekanbaru, Riau. (PKB)

 

JawaPos.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar membangun Rumah Bebas Asap di Pondok Pesantren Dar El Hikmah, Pekanbaru, Riau. Program ini sebagai bantuan untuk warga terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
 
Bantuan diserahkan melalui Anggota DPR RI Fraksi PKB, Mafirion. Pesantren ini diketahui akan menjadi lokasi apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) pada 22 Oktober 2026.
 
 
Mafirion mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum perayaan perjuangan dan kontribusi santri bagi bangsa. Namun, adanya karhutla membuat partai harus memberikan kepedulian lebih kepada masyarakat.
 
“HSN memang pesta santri, tetapi kepedulian terhadap bencana karhutla tidak boleh pudar. Santri dan masyarakat yang terdampak asap membutuhkan tindakan nyata. Karena itu, Rumah Bebas Asap ini menjadi simbol kehadiran PKB untuk membantu masyarakat menghadapi dampak bencana,” ujar Mafirion di Pekanbaru, Minggu (18/10).
 
 
Pesantren dianggap salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian saat bencana datang. Sebab, di lokasi ini banyak anak-anak beraktivitas.
 
Masker yang dibagikan diharapkan bisa membantu aktivitas anak-anak agar dampak buruk dari asap bisa diminimalkan.
 
“Jangan sampai peringatan Hari Santri berlangsung meriah, sementara santri dan masyarakat di sekitar kita harus berjuang menghadapi asap. Semangat Hari Santri harus diwujudkan dalam kepedulian, gotong royong, dan aksi nyata membantu sesama,” imbuhnya.
 
Sebagai bagian dari upaya mengantisipasi paparan asap selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta apel HSN 2026 di Pondok Pesantren Dar El Hikmah juga diminta menggunakan masker. Langkah ini menjadi bentuk perhatian terhadap keselamatan peserta di tengah kondisi udara yang terdampak karhutla.
 
Mafirion berharap, peringatan Hari Santri Nasional 2026 tidak hanya menjadi ajang memperkuat semangat kebangsaan dan keagamaan, tetapi juga momentum untuk menunjukkan bahwa pesantren dan masyarakat tidak boleh dibiarkan menghadapi bencana sendirian.
 
“Bagi PKB, Hari Santri bukan sekadar perayaan. Ini juga momentum untuk membuktikan bahwa nilai-nilai kepedulian dan gotong royong harus hadir dalam tindakan. Ketika masyarakat terdampak bencana, kita harus hadir dan membantu,” pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore