
KAMPANYE CUKAI ROKOK: Mural lebih artistik dari sekadar aksi vandalisme karena mengandung pesan tertentu
JawaPos.com - Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) menilai, pendekatan yang dilakukan oleh Selandia Baru dalam menurunkan prevalensi perokoknya patut dipelajari, bahkan diadopsi oleh pemerintah Indonesia. Negeri Kiwi tersebut mendukung pemanfaatan tembakau alternatif yang dibarengi dengan regulasi khusus yang terpisah dan berbeda dari aturan rokok.
Sekretaris Jenderal APVI Garindra Kartasasmita menyebutkan, strategi pemanfaatan produk tembakau alternatif, seperti produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektrik, dan snus, sangat sesuai untuk mendukung program pemerintah dalam mengurangi jumlah perokok. Saat ini jumlah perokok di Indonesia mencapai 67 juta jiwa, dan menurutnya berbagai cara yang dilakukan oleh pemerintah dinilai belum cukup efektif untuk menurunkan angka tersebut.
"Strategi pemanfataan produk tembakau alternatif itu (Selandia Baru) sangat sesuai dan dapat menjadi solusi yang tepat bagi perokok yang ingin mengurangi risiko dari kebiasannya," ujarnya dalam keterangannya, Rabu (18/8).
Garindra melanjutkan, pemanfaatan produk tembakau alternatif akan jauh lebih membuahkan hasil dalam menekan prevalensi perokok ketimbang menaikkan harga atau cukai rokok. Hal ini sudah dibuktikan oleh Selandia Baru dan Inggris.
Berdasarkan data terbaru dari Survei Kesehatan Selandia Baru, tingkat merokok harian turun dari 12,5 persen pada 2018/2019 menjadi 11,6 persen pada 2019/2020 setelah pemanfaatan produk tembakau alternatif. "Produk tembakau alternatif ini terbukti berhasil menurunkan prevalensi perokok selama pemerintah turut mendukung dan mengedukasi masyarakat, seperti yang telah dilakukan oleh Selandia Baru," tuturnya.
Selain itu, pemerintah Indonesia juga perlu memberikan dukungan dalam bentuk regulasi yang sesuai. Garindra mengungkapkan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan pemerintah untuk menyampaikan aspirasi industri kecil, demi terciptanya regulasi yang sesuai dengan karakterisik, profil risiko produk serta kondisi industrinya.
"Apabila pemerintah tidak segera membuat regulasi-regulasi yang sesuai, maka solusi ini tidak akan berjalan dan Indonesia akan selalu mengalami masalah yang sama dari tahun ke tahun," ucapnya.
Dalam kesempatan terpisah, Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Gadjah Mada Satria Aji Imawan juga mendukung adanya peraturan khusus bagi produk tembakau alternatif. Dengan kehadiran regulasi tersebut, maka akan mempermudah pemerintah untuk mengoptimalkan potensi produk tembakau alternatif dalam menangani masalah rokok di Indonesia.
"Hal ini berpotensi untuk melihat transformasi dari perokok untuk beralih menggunakan produk tembakau alternatif dan tidak lagi merokok," katanya.
Sebelumnya, Joe Kosterich, Chairman Australian Tobacco Harm Reduction Association dalam kegiatan Asia Harm Reduction Forum 2021 memaparkan mengenai strategi Selandia Baru dalam menurunkan angka perokoknya. Selandia Baru memilih mengadopsi strategi pengurangan bahaya tembakau dengan membuka diri terhadap produk tembakau alternatif.
Joe menjelaskan, pemerintah Selandia Baru mengusung program Bebas Asap 2025. Oleh sebab itu, mereka mendukung penggunaan produk tembakau alternatif untuk merealisasikan target tersebut.
Kementerian Kesehatan Selandia Baru menyampaikan bahwa produk tembakau alternatif memiliki risiko yang jauh lebih rendah daripada rokok. "Jadi, ini adalah pendekatan yang dilakukan pemerintah Selandia Baru. Mereka menyampaikan fakta kepada masyarakat luas," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
