
Dari kiri: Presdir Tatang Nurhidayat, Dir. Pemasaran Asuransi Ery Widiatmoko, Dir, Teknis Sudarlin, dan Dirz Kepatuhan dan Manajemen Risiko Edi Yoga Prasetyo. (Agas Putra Hartanto/Jawa Pos)
JawaPos.com - Implementasi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117 di tahun ini dinilai akan menambah tekanan terhadap industri asuransi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan dampaknya tidak berpengaruh signifikan. Penyesuaian merupakan hal yang wajar.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) memastikan penerapan PSAK 117 tidak memberikan dampak signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Anak usaha PT Pertamina itu telah mempersiapkan sejak awal melalui berbagai tahapan. Termasuk pilot project di tahun lalu hingga resmi dimulai per Januari 2025.
"Kita sudah parallel run sejak Januari 2025. Tapi sebelumnya kita sudah pilot di tahun lalu. Sudah menyerahkan laporan, submit ke OJK, untuk kemudian diaudit. Sehingga bisa dilihat apakah layak atau tidak," ucap Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Tugu Insurance Edi Yoga Prasetyo saat ditemui di bilangan Thamrin, Kamis (17/4).
Hasil evaluasi internal, lanjut dia, menunjukkan tidak ada kekurangan cadangan yang berarti dari sisi teknis. Bahkan mungkin terdapat kelebihan. Sejalan dengan kombinasi strategi mark-to-market dan pengelolaan instrumen keuangan yang hati-hati.
"Ada juga pencadangan di piutang itu, kita nilainya tidak begitu jauh. Jadi balance, hampir tidak berdampak pada kinerja tahun lalu," jelas Yoga.
Dengan penerapan PSAK 117 yang resmi berlaku mulai Januari 2025, Yoga meyakini tidak memberikan dampak signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan tahun ini. Hanya tinggal menjaga konsistensi implementasi kebijakan yang sudah dijalankan.
Terkait kelebihan pencadangan, tidak diakui sebagai keuntungan. Sebaliknya, justru menjadi bentuk kehati-hatian Tugu Insurance dalam menjalankan bisnis. Oleh karena itu, penagihan dilakukan pencadangan yang lebih banyak.
"Jadi sebenarnya pencadangan akuntansi dan investasi itu kita benar-benar bijaksana. Sehingga efeknya kita tekan seminimum mungkin," bebernya. (han)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022