
Ilustrasi gedung SMBC. (SMBC)
JawaPos.com – PT Bank SMBC Indonesia Tbk mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan penyaluran kredit secara konsolidasi mencapai Rp185,4 triliun. Realisasi tersebut tumbuh 3,3 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) dan menjadi salah satu pendorong kinerja keuangan perseroan.
Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar mengatakan capaian tersebut mencerminkan strategi perusahaan yang tetap berfokus pada penguatan fundamental bisnis dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
“Kinerja konsolidasi SMBC Indonesia periode 2025 mencerminkan strategi kami yang berfokus pada fundamental bisnis yang didasari oleh tata kelola yang baik,” ujar Henoch Munandar dalam keterangannya, Kamis (5/3).
Hingga akhir Desember 2025, total aset SMBC Indonesia secara konsolidasi tercatat sebesar Rp 245,9 triliun atau tumbuh 2,0 persen yoy. Sementara itu, penyaluran kredit meningkat menjadi Rp 185,4 triliun didorong oleh pertumbuhan di sejumlah segmen usaha.
Segmen korporasi dan komersial tercatat meningkat 6,5 persen yoy. Selain itu, realisasi kredit dari layanan digital Jenius di luar Digital Micro juga tumbuh 11,3 persen yoy.
Dari sisi pendanaan, perseroan mencatat peningkatan dana murah atau current account saving account (CASA) sebesar 16,7 persen yoy menjadi Rp53,2 triliun. Rasio CASA juga meningkat menjadi 40,6 persen. Secara keseluruhan, dana pihak ketiga (DPK) tercatat tumbuh 8,0 persen yoy menjadi Rp131,0 triliun pada akhir 2025.
"Likuiditas bank juga terjaga kuat dengan liquidity coverage ratio (LCR) mencapai 229,4 persen dan net stable funding ratio (NSFR) sebesar 123,0 persen per akhir 2025," jelasnya.
Sementara itu, Henoch membeberkan bahwa rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) konsolidasi tercatat sebesar 29,3 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri yang berada di level 25,9 persen. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi bank untuk memperluas bisnis dan meningkatkan layanan kepada nasabah.
Di sisi kualitas aset, rasio gross non-performing loan (NPL) secara konsolidasi tercatat sebesar 2,6 persen pada akhir Desember 2025, membaik dibandingkan 2,8 persen pada akhir September 2025.
Sepanjang 2025, pendapatan operasional konsolidasi SMBC Indonesia mencapai Rp18,4 triliun atau meningkat 5,8 persen yoy. Pendapatan bunga bersih juga tumbuh 4,6 persen yoy dengan net interest margin (NIM) tetap terjaga di level 7,0 persen.
Di tengah dinamika ekonomi, perusahaan juga memperkuat pencadangan kerugian penurunan nilai (CKPN), terutama pada anak usaha Grup OTO. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kualitas aset dan memperkuat ketahanan permodalan.
“Dengan demikian, laba bersih konsolidasi SMBC Indonesia yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp506 miliar untuk tahun 2025,” tutup Henoch.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
