Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 April 2026 | 23.02 WIB

Nilai Santunan Naik di Sulsel, Jasa Raharja Ingin Sistem Pencegahan Kecelakaan Lalu Lintas Diperkuat

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin (tengah) dan Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol Pria Budi (kanan). (Istimewa)

 

JawaPos.com - Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Selatan (Sulsel) harus menjadi perhatian besar. Pendekatan keselamatan harus bergeser kepada cara preventif berbasis data alih-alih memperbanyak tindakan responsif.
 
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin mengatakan, pada Triwulan I 2026 nilai santunan di Sulawesi Selatan meningkat sebesar 11,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data ini sejalan dengan peningkatan angka kecelakaan lalu lintas sekitar 8 persenbmenjadi lebih dari 2.000 kasus. 
 
Secara nasional, data IRSMS Korlantas Polri mencatat lebih dari 151.000 kejadian kecelakaan dengan lebih dari 217.000 korban per tahun. Trennya pun terus meningkat setiap tahunnya. Data ini menjadi perhatian Jasa Raharja agar meningkatkan langkah pencegahan.
 
Perusahaan pelat merah ini merasa tidak hanya bertugas menyalurkan santunan, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem pencegahan kecelakaan. Upaya tersebut dilakukan melalui pemetaan titik rawan kecelakaan (blackspot), edukasi tersegmentasi, serta peningkatan kapasitas respons pertama di lapangan. 
 
“Kecelakaan bukan persoalan kehilangan nyawa semata. Sebagian besar yang mengalami kecelakaan adalah usia produktif dan kepala keluarga, sehingga ada perubahan tatanan sosial-ekonomi yang berdampak pada keluarga yang ditinggalkan. Pendekatan saat ini masih sangat dominan pada penanganan, sementara pola kecelakaan terus berulang. Kami ingin mendorong pergeseran dari responsif menjadi preventif melalui kerja sistem yang terintegrasi,” ujar Awaluddin, Selasa (14/4).
 
 
Sementara itu, Dirlantas Polda Sulsel Kombes Pol Pria Budi mengatakan, di balik meningkatkan angka kecelakaan di wilayahnya, tingkat fatalitas korban menurun hingga sebesar 24 persen dari 234 orang pada Triwulan I 2025 menjadi 179 orang pada periode yang sama tahun 2026. 
 
Dari data tersebut, sebanyak 74 persen kecelakaan merupakan kecelakaan tunggal, dengan 78 persen kendaraan yang terlibat adalah sepeda motor. Kecelakaan paling banyak terjadi pada pukul 15.00–18.00 WITA, umumnya pada kondisi cuaca cerah dan jalan yang baik. 
 
Polda Sulawesi Selatan juga telah memetakan titik rawan kecelakaan di sejumlah wilayah, dengan konsentrasi tertinggi di Makassar, Maros, Barru, dan Pangkep. Selain itu, penegakan hukum didukung oleh 89 unit ETLE yang terdiri dari 14 unit statis dan 74 unit handheld. 
 
“Banyak nyawa yang hilang bukan karena kecelakaan itu sendiri, tetapi karena terlambatnya penanganan awal. Keselamatan tidak hanya berhenti pada pencegahan, tetapi juga pada kualitas penanganan pada saat dan sesaat setelah kecelakaan terjadi. Semakin cepat penanganan dalam golden period, semakin besar peluang korban untuk bertahan hidup,” kata Pria. 
 
Melalui forum ini, para pemangku kepentingan menyepakati penguatan edukasi interaktif keselamatan berkendara di titik rawan kecelakaan, perluasan program E-PELANTAS ke seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, serta integrasi SIM-RS dengan platform JR Care untuk mempercepat penerbitan Guarantee Letter (GL) bagi korban kecelakaan. 
 
Selain itu, diusulkan pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bagi komunitas pengemudi sebagai first responder, guna menekan fatalitas korban pada masa penanganan awal. Dari sisi infrastruktur, Dinas Bina Marga Provinsi Sulawesi Selatan merencanakan pemeliharaan dan peningkatan jalan sepanjang 1.000 km pada periode 2025–2027. Sementara Dinas Perhubungan berkomitmen menambah koridor angkutan umum dari dua menjadi tiga koridor. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore