
Masjid Al-Hilal Katangka, Sulawesi Selatan. (Wikipedia)
JawaPos.com - Sulawesi Selatan tidak hanya punya Pantai Losari. Di sudut Kabupaten Gowa, berdiri kokoh sebuah bangunan yang menjadi saksi bisu awal mula cahaya Islam merasuk ke jantung Kerajaan Gowa. Nama resminya adalah Masjid Al-Hilal, namun masyarakat lebih mengenalnya sebagai Masjid Tua Katangka.
Bukan sekadar tempat ibadah, masjid yang dibangun sekitar tahun 1603 ini menyimpan rahasia arsitektur yang unik. Bayangkan saja, dalam satu bangunan, Anda bisa menemukan jejak budaya Jawa, Cina, Eropa, hingga Arab yang menyatu sempurna.
Satu hal yang paling mencolok saat menyentuh dinding masjid ini adalah ketebalannya. Tak main-main, dinding Masjid Katangka memiliki ketebalan hingga 120 sentimeter.
Ternyata, ada alasan heroik di baliknya. Dahulu, selain menjadi masjid, bangunan ini berfungsi sebagai benteng pertahanan terakhir bagi Raja Gowa dan pasukannya saat berhadapan dengan penjajah. Ketebalan dinding ini dirancang agar tahan terhadap gempuran serangan musuh pada masa perang.
Akulturasi 5 Budaya dalam Satu Kubah
Masjid ini adalah bukti nyata bahwa toleransi dan percampuran budaya sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Gaya bangunannya tidak menggunakan model suku Bugis maupun Makassar, melainkan mengadopsi struktur Joglo khas Jawa.
Jika melihat ke arah mimbar, suasananya akan berubah. Atap mimbarnya justru menyerupai bentuk atap klenteng khas Tiongkok. Di sekelilingnya, terpasang keramik-keramik antik yang dibawa langsung oleh arsitek asal Cina.
Tak berhenti di situ, pengaruh Eropa (Kolonial Belanda) terlihat jelas pada jendela besar berukuran 2 meter dan pilar silinder bergaya Doric Yunani yang megah.
Filosofi di Balik Angka
Setiap jengkal bangunan Masjid Tua Katangka ternyata memiliki makna mendalam bagi umat Muslim. Struktur bangunan ini dirancang sebagai pengingat akan rukun-rukun agama.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
