
Ilustrasi hujan lebat (HO/ANTARA)
JawaPos.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan pembaruan informasi cuaca selama periode awal mudik Lebaran. Secara umum, kondisi atmosfer di sebagian besar wilayah Indonesia relatif kondusif.
Meski demikian, pemudik tetap perlu mewaspadai potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di beberapa wilayah.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengingatkan masyarakat agar tetap tenang namun waspada dalam menyikapi perkembangan cuaca selama perjalanan mudik. Ia juga menekankan pentingnya merujuk pada sumber informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang kebenarannya belum dapat dipastikan.
“Tetap pantau informasi cuaca darat, laut, dan udara yang terbarui untuk menyesuaikan rencana perjalanan mudik melalui berbagai kanal resmi BMKG,” kata Faisal dalam keterangan tertulis, Minggu (15/3).
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) saat ini masih aktif di wilayah selatan dan timur Indonesia.
Kondisi tersebut, yang juga diikuti aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin di sekitar wilayah Indonesia pada periode 13–20 Maret 2026, turut memperkuat dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.
Menurut Andri, kondisi itu diperkuat oleh kelembapan udara yang relatif tinggi serta atmosfer yang cukup labil.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi pada periode 14–17 Maret di sebagian wilayah Sumatera serta Jawa bagian tengah dan timur. Selanjutnya, pada periode 18–20 Maret 2026, peluang hujan juga berpotensi terjadi di sebagian wilayah Sulawesi Selatan dan Papua.
Pada sektor penerbangan, BMKG juga mengidentifikasi potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus dengan cakupan cukup luas di sebagian jalur mudik, terutama di wilayah Laut Maluku dan utara Papua. Peluang kemunculan awan ini diprakirakan mencapai lebih dari 75 persen, sehingga perlu menjadi perhatian bagi aktivitas penerbangan di wilayah tersebut.
“BMKG juga memprediksi potensi gelombang tinggi lebih dari 2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Maluku dan Perairan Utara Papua yang dapat memengaruhi aktivitas transportasi laut," ujarnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Newcastle Jets vs Gamba Osaka di AFC Champions League Elite: Tim Tamu Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Newcastle Jets vs Gamba Osaka: Pertahanan Rapuh Tuan Rumah Jadi Celah!
Prediksi Skor Pohang Steelers vs Johor Darul Ta’zim: Harimau Selatan Siap Terkam Tuan Rumah
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan: The Imperial Guards Terancam Tertahan
Prediksi Skor Kyoto Sanga vs Ratchaburi: Duel Tim Pesakitan Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: Rekor Pertemuan Jadi Modal Tuan Rumah
Prediksi Skor Tenerife vs Girona: Tamu Incar Tiga Poin, Tuan Rumah Tertekan
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan di AFC Champions League Elite: Duel Berujung Imbang
TPG Guru Non-ASN Belum Cair, PGRI Desak Kemendikdasmen dan Kemenkeu Berikan Kepastian
Prediksi Skor Atalanta vs Venezia: La Dea Diburu Krisis, Tim Tamu Lebih Mengenaskan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022