Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Maret 2026, 15.13 WIB

Ditutup Israel, Jemaah Muslim Palestina Terpaksa Salat di Luar Masjid Al-Aqsa

Dome of The Rock di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerussalem. (Pexels) - Image

Dome of The Rock di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerussalem. (Pexels)

JawaPos.com – Jemaah Muslim Palestina terpaksa menjalani 10 malam terakhir Ramadan di luar kompleks Masjid Al-Aqsa. Otoritas Israel masih memberlakukan penutupan total tempat suci tersebut selama 14 hari berturut-turut dengan alasan keadaan darurat di tengah perang yang berlangsung melawan Iran sejak 28 Februari lalu.

Menurut Kantor Gubernur Yerusalem, ratusan jemaah akhirnya melaksanakan salat Jumat di titik-titik terdekat yang masih dapat diakses menuju kompleks Masjid Al-Aqsa. Di antaranya kawasan Bab Al-Sahira, Bab Al-Amud (Gerbang Damaskus), serta Masjid Muhammad Al-Fatih. Kejadian ini untuk pertama kalinya sejak 1967, salat tarawih tidak diselenggarakan di halaman masjid.

Dikutip dari Al Jazeera, pada peringatan Hari Al-Quds yang jatuh setiap Jumat terakhir Ramadan, para jemaah terpaksa memanjatkan doa di luar kompleks masjid. Pembatasan tersebut membuat sebagian besar area masjid tampak kosong selama Ramadan.

Kantor berita Palestina, WAFA, melaporkan, aparat Israel memasang penghalang logam di sejumlah ruas jalan menuju lokasi guna memperketat penutupan akses ke tempat suci tersebut.

Kondisi tersebut memicu kecaman dari sejumlah negara Arab dan Islam. Kementerian Luar Negeri Malaysia mengecam keras tindakan Israel yang terus menutup gerbang Masjid Al-Aqsa bagi para jemaah.

’’Malaysia dengan tegas menolak langkah-langkah ilegal dan tidak dapat dibenarkan tersebut. Kami juga mengecam upaya Israel untuk merusak kesucian dan status Masjid Al-Aqsa,’’ demikian pernyataan Kemenlu Malaysia yang dikutip dari Antara, kemarin (14/3).

Sebelumnya, menteri luar negeri dari delapan negara—yakni Indonesia, Uni Emirat Arab, Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, Arab Saudi, dan Qatar—juga mengecam penutupan kompleks Masjid Al-Aqsa bagi jemaah muslim, terutama selama Ramadan.

Dalam pernyataan bersama, mereka menilai pembatasan akses ke Kota Tua Yerusalem dan tempat-tempat ibadah di sekitarnya melanggar hukum internasional serta status quo historis yang mengatur situs suci tersebut. 

Editor: Hendra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore