
Para jemaah berdoa di luar Kota Tua Yerusalem pada Jumat (20/3) pagi. Foto: Lorenzo Tondo/The Guardian
JawaPos.com - Suasana Idul Fitri di Palestina tahun ini dilaporkan diliputi duka dan ketegangan. Untuk pertama kalinya sejak 1967, Masjid Al-Aqsa di Yerusalem ditutup pada akhir Ramadan, membuat ribuan warga Palestina tak bisa menunaikan shalat id di salah satu situs suci paling penting bagi umat Islam.
Penutupan kompleks Al-Aqsa oleh otoritas Israel memicu kemarahan dan kesedihan warga. Ratusan jamaah terpaksa melaksanakan shalat di luar Kota Tua Yerusalem setelah polisi Israel memasang barikade dan menutup akses menuju masjid.
Kebijakan tersebut diberlakukan sejak 28 Februari dengan dalih keamanan terkait meningkatnya ketegangan akibat perang AS-Israel melawan Iran. Namun, warga Palestina menilai langkah itu sebagai bagian dari strategi Israel untuk memperketat kontrol atas kawasan suci Al-Aqsa, yang bagi umat Islam dikenal sebagai Al-Haram Al-Sharif.
Baca Juga:Kiper Persebaya Surabaya Nggak Diajak! Ini 24 Skuad Final Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026
“Hari ini adalah hari paling menyedihkan bagi umat Muslim di Yerusalem,” kata Hazen Bulbul, warga berusia 48 tahun yang sejak kecil rutin merayakan akhir Ramadan di Al-Aqsa.
“Apa yang saya khawatirkan adalah ini menjadi preseden berbahaya. Mungkin ini yang pertama, tapi bukan yang terakhir,” ujarnya, merujuk meningkatnya intervensi Israel sejak 7 Oktober 2023.
Mengutip Guardian, dalam beberapa bulan terakhir, aparat Israel dilaporkan meningkatkan penangkapan terhadap jamaah dan staf keagamaan di Kota Tua. Polisi juga disebut melakukan penahanan di dalam kompleks masjid, bahkan saat waktu shalat berlangsung, serta membatasi akses warga Palestina.
Pada pagi hari Idul Fitri, sekitar pukul 06.00 waktu setempat, pasukan Israel memblokir jamaah yang hendak masuk melalui Gerbang Herod. Aparat bahkan menggunakan granat kejut untuk membubarkan kerumunan. Sedikitnya tujuh warga Palestina ditahan dalam insiden tersebut.
Syekh Ekrima Sabri, khatib Masjid Al-Aqsa dan mantan mufti besar Yerusalem, mengeluarkan fatwa agar umat Islam melaksanakan shalat Id di titik terdekat yang bisa dijangkau dari masjid. Namun, kehadiran militer yang masif di lorong-lorong Kota Tua membuat situasi tetap mencekam dan rawan bentrokan.
Tak hanya berdampak pada ibadah, penutupan juga menghantam ekonomi warga. Toko-toko di Kota Tua dilarang beroperasi, kecuali apotek dan penjual bahan makanan pokok. Para pedagang mengaku kebijakan ini memperparah kesulitan ekonomi yang sudah mereka alami.
Sepinya Kota Tua pada hari raya sangat kontras dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya dipadati warga. Keheningan itu sempat pecah oleh suara ledakan besar akibat intersepsi rudal Iran oleh militer Israel. Pecahan rudal dilaporkan jatuh di area parkir di kawasan Yahudi, sekitar 400 meter dari kompleks Al-Aqsa, tanpa korban jiwa.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
