
ILUSTRASI. Pemilik kendaraan listrik mengisi daya di SPKLU PLN di Jakarta, Kamis (10/7/2025). (Salman Toyibi/Jawapos)
JawaPos.com - Kebijakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) berbasis daerah dinilai berpotensi memicu ketimpangan dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Selain membuka celah praktik “akali pajak” lintas wilayah, kondisi ini juga dikhawatirkan berdampak pada terkonsentrasinya pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di daerah tertentu saja.
Kepala Teknologi Sistem Transportasi Institute for Essential Services Reform (IESR), Faris Adnan, mengatakan, perbedaan kebijakan antardaerah memungkinkan munculnya praktik pembelian kendaraan di satu wilayah. Namun, pembayaran pajak dilakukan di wilayah lain yang lebih menguntungkan.
“Ya, kemungkinan bakal ada hal seperti itu ya (ketimpangan), karena balik lagi mungkin orang-orang agak (akan) mengakali peraturan juga mungkin, dia belinya dimana, tapi pajaknya dimana kan bisa terjadi hal-hal seperti itu,” kata Faris di Jakarta, Rabu (6/5).
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi membuat distribusi kendaraan listrik tidak merata dan cenderung terkonsentrasi di daerah yang menawarkan insentif lebih menarik.
“Jadi, ada potensi hal seperti itu bisa terjadi ya, tapi ya balik lagi sepertinya tetap akan ada di beberapa daerah tertentu, lalu mungkin akan meluas di daerah-daerah lain yang menawarkan insentif yang baik juga gitu,” lanjutnya.
Di sisi lain, Faris menjelaskan, pembangunan SPKLU pada dasarnya sangat bergantung pada jumlah kendaraan listrik yang beroperasi di suatu wilayah. Investor akan cenderung masuk ke daerah dengan tingkat permintaan tinggi.
“Lalu soal SPKLU, sebenarnya SPKLU itu kalau saya lihat memang di-drive sama jumlah kendaraannya yang ada di daerah tersebut gitu, jadi ketika jumlah kendaraan banyak, otomatis pebisnis, investor SPKLU tuh akan mau gitu untuk investasi di daerah tersebut,” jelasnya.
Sebaliknya, di daerah dengan jumlah kendaraan listrik yang masih terbatas, investor akan lebih berhitung sebelum menanamkan modal.
“Tapi kalau jumlah kendaraannya dikit, mereka juga masih kayak hitung, ya cukup mungkin perhitungannya cukup lebih detail lah,” imbuhnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022