
Plain packaging atau kemasan polos pada produk tembakau. (Tobacco Asia)
JawaPos.com – Kekhawatiran terhadap ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) membuat sekitar 6.000 pekerja sektor pertembakauan menyatakan penolakan terhadap rancangan aturan standardisasi atau penyeragaman kemasan rokok yang tengah dibahas Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Penolakan itu disampaikan melalui petisi atau kanal masukan publik usai konsultasi publik Rancangan Peraturan Menteri Kesehatan (RPMK) tentang Pencantuman Peringatan Kesehatan sebagai turunan dari Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024.
Ketua Pimpinan Daerah DIY Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PD DIY FSP RTMM-SPSI), Waljid Budi Lestarianto, mengatakan ribuan pekerja telah mengunggah suara penolakan mereka melalui tautan survei masukan publik yang beredar di kalangan pekerja.
“Ada sekitar 6.000-an pekerja yang sudah upload suara penolakan mereka. Mereka juga kompak, saling share link survey masukan. Ini demi keberlangsungan sawah ladang pekerja,” ujar Waljid kepada wartawan, Rabu (3/6).
Waljid menilai perluasan aturan peringatan kesehatan menjadi standardisasi kemasan polos berpotensi menekan industri hasil tembakau (IHT) dan memicu gelombang PHK di sektor padat karya. Selain meningkatkan angka pengangguran, kebijakan tersebut juga dikhawatirkan memicu gejolak sosial di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
Penolakan terhadap rancangan aturan tersebut disebut bukan hal baru. Serikat pekerja telah menyuarakan keberatan sejak RPMK pertama kali muncul pada September 2024. Saat itu, platform resmi Partisipasi Sehat yang digunakan untuk menyampaikan aspirasi bahkan sempat mengalami gangguan akses akibat tingginya jumlah partisipasi masyarakat.
Sebelumnya, Ketua Umum PP FSP RTMM-SPSI, Henry Wardhana, menilai bahwa kebijakan penyeragaman kemasan berpotensi memperburuk peredaran rokok ilegal.
“Saat ini saja, peredaran rokok ilegal di Indonesia sudah di kisaran 13 persen, maka kalau penyeragaman kemasan ini tetap dipaksakan, maka peredaran rokok ilegal bisa mencapai 35 persen,” kata Henry.
Menurut Henry, di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan, pemerintah seharusnya mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi dari kebijakan tersebut secara lebih menyeluruh. Ia juga menyoroti belum dilibatkannya Kementerian Ketenagakerjaan dalam pembahasan hingga tahap konsultasi publik terakhir.

Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Kirim Pulang Tuan Rumah
Kontroversial! Wasit Inggris Anthony Taylor Pimpin Portugal vs Spanyol di Piala Dunia 2026, Rekam Jejak Jadi Sorotan
Daftar 32 Negara Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Dirilis Iran, Indonesia Tak Masuk, Warganet Bertanya-tanya
Arogan Tonjok Pengendara di Jalan Jagakarsa, 'Bang Jago' Tak Berdaya Ditangkap di Rumahnya
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Bungkam Tuan Rumah
