
Ilustrasi Kimia Farma
JawaPos.com - PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) mencatatkan laba bersih Rp 123,6 miliar sepanjang tiga bulan pertama 2026.Strategi penyehatan operasional dicapai lewat sejumlah aksi korporasi, termasuk restrukturisasi utang dari sejumlah bank sehingga membuat perusahaan berbalik dari rugi menjadi laba.
Djagad Prakasa Dwialam, Direktur Utama PT Kimia Farma (Persero) Tbk menyampaikan bahwa KAEF akan terus menjalankan transformasi bisnis secara menyeluruh guna memperkuat fundamental usaha dan mendorong pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
“Capaian di kuartal I 2026 ini bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa langkah transformatif yang kami jalankan kini mulai membuahkan hasil. Kami berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan demi memastikan Kimia Farma kembali menjadi kebanggaan industri kesehatan nasional,” ujar Djagad usai RUPST dan Public Expose, Rabu 3 Juni 2026.
Djagad menambahkan, di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan, termasuk tekanan nilai tukar dan kenaikan harga bahan baku, KAEF akan terus memperkuat efisiensi biaya, optimalisasi portofolio produk, diversifikasi pemasok, serta peningkatan penggunaan bahan baku lokal secara bertahap. Hal itu dilakukan untuk menjaga ketahanan bisnis dan daya saing perusahaan. Langkah ini sejalan dengan komitmen KAEF untuk memperkuat kemandirian industri farmasi nasional.
Perusahaan melakukan transformasi bisnis dengan meninggalkan produk-produk komoditas berbiaya tinggi ke lini produk inovatif bermargin tebal (high margin) terbukti efektif mendorong kinerja bisnis KAEF. Selain itu guna menjaga efisiensi dan daya saing, KAEF juga melakukan sejumlah langkah strategis. Seperti memperkuat pengelolaan biaya secara menyeluruh, baik pada komponen harga pokok produksi maupun biaya operasional.
Baca Juga:Penyaluran KUR Bank Mandiri Tembus Rp 14,54 Triliun, Sektor Pertanian Jadi Kontributor Terbesar
Sepanjang tahun 2025, Perseroan berhasil menjalankan program restrukturisasi keuangan secara konsisten dan mulai menunjukkan hasil positif. Perbaikan fundamental tercermin dari perbaikan kinerja keuangan konsolidasian dibandingkan tahun sebelumnya, termasuk peningkatan laba bruto melalui fokus produk high margin, serta penurunan rugi tahun berjalan secara signifikan sebesar 63,3% dari Rp1,2 triliun menjadi Rp443,3 miliar.
Efisiensi operasional dan optimalisasi portofolio produk high margin membuat KAEF berhasil mencatatkan kenaikan laba bruto menjadi Rp3,06 triliun pada tahun 2025, tumbuh dari capaian tahun 2024 yang sebesar Rp2,95 triliun. Capaian tersebut secara konsisten berlanjut sehingga kualitas profitabilitas KAEF melesat dan mencatatkan rapor hijau di awal tahun 2026.
Djagad optimistis KAEF dapat mempertahankan momentum perbaikan kinerja pada tahun 2026. “Berbagai tantangan, baik di tingkat global maupun nasional, termasuk volatilitas ekonomi global, pergerakan nilai tukar jadipendorong perushaaan untuk semakin waspada dan adaptif," katanya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
