
Tumpal Sitorus, Kepala Desa Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. (YT: KEMENDESAPDT)
JawaPos.com — Persoalan ketersediaan lahan untuk pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih masih menjadi kendala di sejumlah daerah. Salah satunya di Desa Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Kepala Desa, Tumpal Sitorus, mengungkapkan desanya tidak memiliki lahan yang dapat digunakan untuk pembangunan gudang dan gerai Kopdes Merah Putih. Kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan anggaran desa.
“Kita tidak punya lahan untuk pembangunan gudang dan gerai. Bagaimana Pak? Sementara Dana Desa kita kan sudah dialihkan. Ini Pak, sangat penting dan krusial bagi kami, karena pernah kita coba menyodorkan tanah lapang desa, malah kita didemo oleh masyarakat, sampai ada laporan pengaduan ke polisi, Pak. Sampai sekarang belum selesai. Terima kasih Pak,” ujar Tumpal dalam dialog dengan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono pada acara Seminar Nasional KDKMP di Gedung Sasana Kriya, TMII, Jakarta Timur, Kamis (16/7).
Menanggapi hal itu, Menkop Ferry memastikan pemerintah akan mencari alternatif lahan dari aset milik pemerintah maupun badan usaha milik negara (BUMN) untuk mendukung pembangunan Kopdes Merah Putih.
“Terhadap desa atau kelurahan yang tidak punya lahan, nanti kita kaji. Tadi saya ngobrol, kita kan ada milik desa, ada milik aset pemerintah kabupaten/kota, milik provinsi, atau milik BUMN. Jadi nanti kita akan carikan daerahnya di desa apa tadi, itu aset-aset dari yang lain gitu,” jawab Ferry.
Menurut Ferry, keberadaan bangunan fisik berupa gudang, gerai, dan fasilitas pendukung lainnya tetap diperlukan terutama bagi desa dengan jumlah penduduk yang besar.
“Tapi tetap, kalau di desa/kelurahan itu jumlah penduduknya banyak, rasanya harus dibangun bangunan fisik Gudang, Gerai, dan alat kelengkapan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah tengah mengkaji fleksibilitas pembangunan bagi desa dengan jumlah penduduk relatif kecil. Bagi desa yang jumlah penduduknya kurang dari 1.000, maka pemerintah tidak harus membangun Kopdes Merah Putih.
“Tapi bagi desa yang kebetulan jumlah penduduknya bisa jadi sedikit atau kurang dari 1.000, kami juga sedang mempertimbangkan tidak harus kita bangun bangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putihnya, atau kita bangun tapi disesuaikan dengan jumlah penduduknya yang sesuai dengan desa/kelurahannya gitu,” jelasnya.

Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Jude Bellingham Ungkap Adu Argumennya dengan Lionel Messi saat Inggris Tumbang dari Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026
3 Fakta Statistik yang Untungkan Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente Punya Pola Juara
