Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, kepada wartawan usai acara Executive Breakfast Meeting (EBM) seri ke-6 bertajuk 'Dua Tahun Danantara' di Jakarta Selatan, Jumat (2/10)/(Dimas Choirul/JawaPos.com).
JawaPos.com – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah melakukan perampingan (streamlining) terhadap 1.046 perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) beserta anak usaha di bawahnya.
Proses tersebut mencakup sejumlah opsi, mulai dari likuidasi, divestasi, konsolidasi, hingga restrukturisasi, dengan target jumlah perusahaan yang dikelola tersisa sekitar 200 perusahaan pada akhir tahun 2026.
"Sehingga harapannya yang selalu disampaikan oleh Bapak Presiden, kita harapkan akhir tahun ini tinggal hanya 200 perusahaan aja yang kita kelola, ya," kata Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, kepada wartawan usai acara Executive Breakfast Meeting (EBM) seri ke-6 bertajuk 'Dua Tahun Danantara' di Jakarta Selatan, Jumat (2/10).
Dony mengatakan, pemetaan terhadap perusahaan yang masuk dalam proses perampingan tersebut telah dilakukan. Menurutnya, masing-masing perusahaan akan mendapat perlakuan berbeda sesuai dengan kondisi dan kebutuhan restrukturisasinya.
"Ada yang ditutup dilikuidasi, ada yang kita divestasi, kita jual, ada yang kita konsolidasi, ada yang kita restrukturisasi," kata Dony.
Dia menjelaskan, restrukturisasi tidak hanya dilakukan melalui satu skema. Beberapa perusahaan dapat memperoleh tambahan modal melalui equity, sementara perusahaan lainnya bisa melakukan pemasukan aset (inbreng) maupun restrukturisasi pinjaman.
"Ada yang bentuknya equity, ada juga yang kita inbreng aset, ya, tetapi itu juga ujungnya ke equity. Ada juga kita melakukan restrukturisasi pinjamannya," ujarnya.
Dony memastikan proses pemetaan tersebut telah masuk tahap penentuan. Danantara menargetkan perampingan portofolio perusahaan dapat berjalan sesuai arahan pemerintah hingga akhir 2026.
"Nah, ini sudah selesai kita tentukan," tutur Dony.
Sebelumnya, proses perampingan tersebut telah berjalan. CEO Danantara Rosan Perkasa Roesla menyebut streamlining sudah dilakukan terhadap 274 perusahaan hingga akhir Juli 2026.
Jumlah tersebut menunjukkan restrukturisasi BUMN telah bergerak sebelum kembali ditegaskan Prabowo dalam rapat di Hambalang, Minggu (9/8) malam.
Target utamanya adalah menciptakan organisasi yang lebih sederhana sekaligus mempercepat proses pengambilan keputusan. Perampingan anak-cucu perusahaan juga diarahkan untuk menjaga produktivitas dan efisiensi.