Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Oktober 2026 | 00.00 WIB

COO Danantara Bakal Bahas Opsi Impor KRL Jepang dengan Menhub

Sejumlah penumpang melihat gerbong KRL dengan livery Piala Dunia 2026 di Jakarta, Rabu (17/06/2026). (Dery Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Sejumlah penumpang melihat gerbong KRL dengan livery Piala Dunia 2026 di Jakarta, Rabu (17/06/2026). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria akan membahas rencana impor kereta rel listrik (KRL) dari Jepang dengan Menteri Perhubungan (Menhub).

Dony mengungkapkan bahwa pembahasan bahkan telah dijadwalkan pada hari ini, Jumat (2/10) ini. Rencana tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan transportasi publik nasional.

"Hari ini harusnya saya ada pertemuan dengan pihak Menhub untuk berkomunikasi segala macam. Nanti kan akan ada penjelasannya. Bagaimana kan kita mesti melihat cost and benefit. Keuntungannya apa, apa yang kita dapatkan dari situ, karena kan percepatan daripada transportasi publik kita juga kan," kata Dony kepada wartawan usai acara Executive Breakfast Meeting (EBM) seri ke-6 bertajuk 'Dua Tahun Danantara' di Jakarta Selatan, Jumat (2/10).

Meski demikian, Dony menegaskan pemerintah tetap mendorong penguatan produksi kereta di dalam negeri melalui PT Industri Kereta Api (INKA). Hanya saja, kata Dony, kapasitas produksi perusahaan tersebut saat ini masih terbatas.

"Jadi ada pilihan-pilihan yang harus kita buat. Karena satu kita akan mendorong adanya nanti elektrifikasi Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi, dan juga Jakarta-Merak," sebut Dony.

Terkait kemungkinan suntikan modal kepada INKA, Dony mengatakan kondisi keuangan perusahaan juga menjadi bagian dari proses transformasi. Di mana, posisi ekuitas INKA saat ini negatif dan terdapat pinjaman.

"INKA itu sekarang kan posisinya saya sudah sampaikan bahwa equity-nya negatif. Kemudian ada unsustain loan-nya. Makanya ini bagian daripada proses transformasi yang juga harus kita lakukan," jelasnya.

Karena itu, lanjut Dony, Danantara masih mengkaji kemungkinan penambahan modal apabila dibutuhkan. Hal tersebut juga mempertimbangkan adanya kepastian penyerapan produk INKA oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI).

"Kalau mereka membutuhkan equity tambahan, kita akan melakukan proses penambahan equity tambahan. Karena offtake-nya jelas kan. Karena apa-apa pabrik yang mereka produksinya mereka akan di-offtake oleh Kereta Api," lanjutnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore